MENU Selasa, 25 Agu 2026
x

Pansus BLBI DPD RI Tegaskan Penjualan BCA Rugikan Negara

waktu baca 4 menit
Minggu, 25 Sep 2022 08:22 486 Redaksi

JAKARTA, L86News.com – Penjualan 51 persen saham pemerintah di Bank Central Asia (BCA) melalui program divestasi kepada konsorsium Farallon Capital pada 2002 lalu sangat tidak tepat dan terlalu murah.

Penjualan saham murah ini diduga kuat atas intervensi Badan Moneter Internasional (IMF) yang pada akhirnya justru merugikan negara triliunan rupiah.

Hal ini disampaikan Ketua Pansus BLBI DPD RI, Bustami Zainudin disela-sela Rapat dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2003-2008, Burhanudin Abudllah Harahap di Gedung Nusantara III Jakarta, Kamis (22/9).

Burhanudin Abdullah hadir memenuhi undangan Pansus BLBI DPD RI untuk didengar pendapatnya terkait divestasi BCA beberapa waktu lalu.

Hadir dalam rapat ini yakni, H. Sukiryanto (Wakil Ketua Pansus BLBI); H. Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim (Wakil Ketua Pansus BLBI), Ajbar (Wakil Ketua Pansus BLBI); KH. Ir. Abdul Hakim, M.M (Anggota Pansus BLBI); dan Hardjuno Wiwoho (Staf Ahli Pansus BLBI).

Dalam Rapat kali ini, Pansus BLBI menyampaikan beberapa pertanyaan kunci terkait pengucuran BLBI, penjualan BCA pada 2003 dan kemungkinan moratorium obligasi rekap ex BLBI yang merugikan negara hingga ribuan triliun rupiah.

Bustami dalam pernyataanya memaparkan konteks pembelian 51% saham BCA pada tanggal 31 Desember 2002 , dimana value asset BCA berdasarkan laporan keuangan auditor independen tercatat Rp 117 Triliunan.

Namun saat transaksi penjualan Saham BCA yang patut diduga terjadi suatu rekayasa intelektual dalam buku BCA ada Obligasi Rekap Pemerintah yang senilai Rp 60 Triliunan yang ditempatkan oleh Menkeu RI tersebut.

Padahal, saham pemerintah yang dimiliki 93% berasal dari pemilik saham BCA lama yakni Anthony Salim.

Hal tersebut sebagai sisa pelunasan utang Fas BLBInya yang Rp 33 Triliun hanya mampu membayar Rp 8 Triliun saja.

Dengan demikian harga saham BCA 93% = Rp 25 Triliunan, sehingga sesungguhnya value BCA tahun 2003 saat dijual dalam posisi profit atau keuntungan Rp 4 Triliunan.

Rinciannya, riil net value BCA = Rp 60 Triliun + Rp 25 Triliun + Rp 4 Triliun = Rp 89 Triliunan.

Namun anehnya, transaksi penjualan 51% saham BCA kepada Farallon (owner PT. Djarum Budi Hartono) hanya dengan harga Rp 5 Triliun saja.

Menurut Bustami, transaksi ini sangat janggal. Sebab, BCA menerima Bunga Obligasi Rekap Pemerintah Rp 7 Triliunan sejak tahun 2003 sampai tahun 2009.

Hal ini diakui oleh Direktur BCA Subur Tan. “Atas pengakuan tersebut ditemukan fakta suatu kejanggalan kasus kerugian keuangan negara senilai Rp 49 Triliun (subsidi Bunga OR ex BLBI + Rp 89 Triliun (nilai BCA tahun 2003 di luar profit BCA yang diterima oleh Budi Hartono sebagai pemegang saham pengendali BCA sejak tahun 2003) = Rp 138 Triliunan. Bagaimana menurut saudara?” tanya Bustami.

Menjawab pertanyaan tersebut, Burhanudin Abudllah Harahap mengatakan pada dasarnya, perusahaan-perusahaan yang diserahkan kepada BPPN oleh bank direncanakan akan diserahkan atau dijual kepada pemilik lama.

IMF menyarankan agar bank-bank itu untuk dijual ke pemilik lama meski akhirnya akan mengalami kerugian 30%.
Sebab, jika dijual ke pemilik baru harganya akan lebih murah.

“Namun ironisnya, faktanya dibeli oleh pemilik lama yang menggunakan baju baru,” kata Burhanudin.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus BLBI DPD RI, Sukiryanto mempertanyakan pembayaran bunga Obligasi Rekap jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebab faktanya sampai tahun 2014, dana APBN yang dialokasikan untuk membayar bunga Obligasi Rekap pemerintah Ex BLBI sebesar kurang lebih Rp 930 Triliun.

Dan hingga tahun ini (2022) Menkeu RI masih menganggarkan dana APBN Rp 48 Triliunan untuk bunga Obligasi Rekap kepada bank-bank rekap atau para pemegang Obligasi Rekap yang membelinya di pasar sekunder.

Mirisnya, pembayaran bunga obligasi rekap ini terus digelontorkan saat APBN mengalami defisit. Di sisi lain subsidi untuk BBM, pangan, kesehatan, pendidikan yang dihapuskan atau dibatasi oleh pemangku kebijakan.

“Apakah mungkin kita melakukan moratorium pembayaran bunga rekap BLBI ini?,” tanyanya.

Burhanudin Abdullah mengatakan sebenarnya menginginkan adanya moratorium. Namun lingkungan waktunya tidak tepat. Alasannya: Pertama, situasi global sangat sulit seperti yang terjadi inflasi di Amerika dan Eropa.

Kedua, inflasi di dalam negeri juga meningkat dengan adanya kenaikan BBM, pangan, dan energi. “Maka di saat kita melakukan moratorium kita akan dianggap default. Jadi terlihat akan aneh,” katanya.

Lebih lanjut, Bustami menjelaskan jawaban Burhanudin ini akan menjadi bahan bagi Pansus untuk memanggil stakeholder terkait BLBI lainnya. Sebelumnya, Pansus BLBI DPD RI sudah mengundang Anthony Salim, Budi dan Robert Hartono, serta Sjamsul Nursalim.

“Yang harus diketahui kita bertindak berdasar temuan BPK dan bukti-bukti berikutnya bersama dengan undangan kita pada semua pihak yang tahu duduk persoalan BLBI dan obligasi rekap. Kita akan jalan terus, pantang mundur karena rakyat sedang susah, konglomerat hitam yang rugikan negara ribuan triliun ini harus kita hentikan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Siapa pun itu sama di mata hukum,” pungkas Bustami.

Reporter : Bg86

KOLOM IKLAN


LAINNYA
x
x
PETIR800 LOGIN PETIR800 Mahjong Ways Kembali Jadi Headline Dalam Fenomena Game Penghasil Uang Modern Tren Digital Kembali Menguat Mahjong Ways Masuk Pembahasan Media Gaming Laporan Media Terbaru Membahas Mahjong Ways Di Tengah Tren Game Penghasil Uang Mahjong Ways Jadi Sorotan Komunitas Saat Tren Hiburan Mobile Kembali Berubah Tren Game Penghasil Uang Semakin Besar Mahjong Ways Kembali Masuk Radar Media Media Gaming Kembali Mengulas Mahjong Ways Dalam Fenomena Game Penghasil Uang Mahjong Ways Kembali Mencuat Setelah Media Menyoroti Perubahan Tren Game Mobile Perkembangan Industri Digital Menempatkan Mahjong Ways Dalam Pusat Perbincangan Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan Dalam Tren Game Penghasil Uang Digital Tren Game Penghasil Uang Makin Ramai Mahjong Ways Mencuri Perhatian Komunitas Media Gaming Menyoroti Mahjong Ways Di Tengah Fenomena Game Penghasil Uang Fenomena Game Penghasil Uang Kembali Menguat Mahjong Ways Jadi Perbincangan Mahjong Ways Masuk Radar Media Saat Tren Game Penghasil Uang Semakin Populer Laporan Terbaru Mengulas Mahjong Ways Dalam Perkembangan Game Penghasil Uang Tren Hiburan Mobile Membawa Mahjong Ways Ke Pusat Sorotan Media Gaming Mahjong Ways Dan Fenomena Game Penghasil Uang Yang Ramai Dibahas Komunitas Media Digital Mengulas Alasan Mahjong Ways Kembali Menarik Perhatian Pemain Perkembangan Game Penghasil Uang Membuat Mahjong Ways Semakin Sering Dibicarakan Mahjong Ways Kembali Mencuri Headline Di Tengah Tren Hiburan Digital Laporan Media Menyoroti Popularitas Mahjong Ways Dalam Tren Game Penghasil Uang Tren Game Mobile Asia Kembali Menempatkan Mahjong Ways Dalam Pusat Perhatian Mahjong Ways Jadi Topik Hangat Saat Fenomena Game Penghasil Uang Menguat Media Gaming Mengupas Perjalanan Mahjong Ways Di Tengah Perubahan Tren Digital Game Penghasil Uang Kembali Ramai Mahjong Ways Masuk Radar Komunitas Mahjong Ways Dan Tren Mobile Gaming Yang Kembali Menarik Perhatian Media Laporan Terkini Menyoroti Mahjong Ways Sebagai Fenomena Game Penghasil Uang Komunitas Digital Kembali Ramai Membicarakan Mahjong Ways Di Era Mobile Mahjong Ways Mencuat Lagi Di Tengah Pertumbuhan Tren Game Penghasil Uang Tren Game Penghasil Uang Membawa Mahjong Ways Kembali Jadi Headline Media Media Online Melihat Mahjong Ways Sebagai Fenomena Yang Terus Menarik Perhatian Mahjong Ways Kembali Masuk Sorotan Setelah Tren Game Mobile Semakin Menguat Laporan Gaming Mengulas Fenomena Mahjong Ways Dalam Industri Hiburan Digital Perkembangan Game Penghasil Uang Kembali Membawa Mahjong Ways Ke Radar Media Mahjong Ways Dan Popularitasnya Di Tengah Gelombang Baru Hiburan Mobile Media Digital Menyoroti Fenomena Mahjong Ways Yang Kembali Ramai Dibicarakan Tren Game Penghasil Uang Asia Membuat Mahjong Ways Kembali Mencuri Perhatian Mahjong Ways Jadi Buah Bibir Setelah Komunitas Mobile Kembali Ramai Laporan Industri Membahas Mahjong Ways Di Tengah Perkembangan Game Penghasil Uang Fenomena Mahjong Ways Kembali Menguat Saat Tren Game Digital Memasuki Babak Baru Media Gaming Mengulas Daya Tarik Mahjong Ways Dalam Tren Game Penghasil Uang Mahjong Ways Masuk Headline Saat Komunitas Digital Membahas Game Penghasil Uang Tren Mobile Terbaru Kembali Membawa Mahjong Ways Ke Pusat Perbincangan Laporan Media Online Menelusuri Popularitas Mahjong Ways Di Era Game Digital Mahjong Ways Kembali Mendapat Panggung Dalam Fenomena Game Penghasil Uang Perkembangan Hiburan Digital Membuat Mahjong Ways Semakin Banyak Dibicarakan Media Gaming Kembali Menempatkan Mahjong Ways Dalam Sorotan Tren Penghasil Uang Mahjong Ways Dan Gelombang Popularitas Baru Yang Menarik Perhatian Komunitas Tren Game Penghasil Uang Kembali Naik Mahjong Ways Jadi Salah Satu Sorotan Laporan Terbaru Mengungkap Mengapa Mahjong Ways Terus Ramai Diperbincangkan Mahjong Ways Mencuri Perhatian Media Saat Industri Game Digital Terus Berkembang Komunitas Gaming Menyoroti Mahjong Ways Dalam Fenomena Game Penghasil Uang Media Online Mengulas Mahjong Ways Di Tengah Perubahan Tren Hiburan Mobile Mahjong Ways Kembali Jadi Perbincangan Besar Saat Tren Game Penghasil Uang Meningkat Laporan Digital Menyoroti Perjalanan Mahjong Ways Dalam Tren Mobile Gaming Fenomena Game Penghasil Uang Membawa Mahjong Ways Kembali Masuk Headline Mahjong Ways Dan Transformasi Hiburan Digital Yang Kembali Disorot Media Tren Game Mobile Modern Membuat Mahjong Ways Kembali Menarik Perhatian Media Gaming Menelusuri Alasan Mahjong Ways Tetap Populer Di Tengah Perubahan Tren Mahjong Ways Masuk Sorotan Baru Dalam Perkembangan Game Penghasil Uang Mobile Laporan Komunitas Membahas Mahjong Ways Dan Fenomena Hiburan Digital Terbaru
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/ Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot