MENU Minggu, 26 Jul 2026
x

Pansus BLBI DPD RI Tegaskan Penjualan BCA Rugikan Negara

waktu baca 4 menit
Minggu, 25 Sep 2022 08:22 419 Redaksi

JAKARTA, L86News.com – Penjualan 51 persen saham pemerintah di Bank Central Asia (BCA) melalui program divestasi kepada konsorsium Farallon Capital pada 2002 lalu sangat tidak tepat dan terlalu murah.

Penjualan saham murah ini diduga kuat atas intervensi Badan Moneter Internasional (IMF) yang pada akhirnya justru merugikan negara triliunan rupiah.

Hal ini disampaikan Ketua Pansus BLBI DPD RI, Bustami Zainudin disela-sela Rapat dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2003-2008, Burhanudin Abudllah Harahap di Gedung Nusantara III Jakarta, Kamis (22/9).

Burhanudin Abdullah hadir memenuhi undangan Pansus BLBI DPD RI untuk didengar pendapatnya terkait divestasi BCA beberapa waktu lalu.

Hadir dalam rapat ini yakni, H. Sukiryanto (Wakil Ketua Pansus BLBI); H. Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim (Wakil Ketua Pansus BLBI), Ajbar (Wakil Ketua Pansus BLBI); KH. Ir. Abdul Hakim, M.M (Anggota Pansus BLBI); dan Hardjuno Wiwoho (Staf Ahli Pansus BLBI).

Dalam Rapat kali ini, Pansus BLBI menyampaikan beberapa pertanyaan kunci terkait pengucuran BLBI, penjualan BCA pada 2003 dan kemungkinan moratorium obligasi rekap ex BLBI yang merugikan negara hingga ribuan triliun rupiah.

Bustami dalam pernyataanya memaparkan konteks pembelian 51% saham BCA pada tanggal 31 Desember 2002 , dimana value asset BCA berdasarkan laporan keuangan auditor independen tercatat Rp 117 Triliunan.

Namun saat transaksi penjualan Saham BCA yang patut diduga terjadi suatu rekayasa intelektual dalam buku BCA ada Obligasi Rekap Pemerintah yang senilai Rp 60 Triliunan yang ditempatkan oleh Menkeu RI tersebut.

Padahal, saham pemerintah yang dimiliki 93% berasal dari pemilik saham BCA lama yakni Anthony Salim.

Hal tersebut sebagai sisa pelunasan utang Fas BLBInya yang Rp 33 Triliun hanya mampu membayar Rp 8 Triliun saja.

Dengan demikian harga saham BCA 93% = Rp 25 Triliunan, sehingga sesungguhnya value BCA tahun 2003 saat dijual dalam posisi profit atau keuntungan Rp 4 Triliunan.

Rinciannya, riil net value BCA = Rp 60 Triliun + Rp 25 Triliun + Rp 4 Triliun = Rp 89 Triliunan.

Namun anehnya, transaksi penjualan 51% saham BCA kepada Farallon (owner PT. Djarum Budi Hartono) hanya dengan harga Rp 5 Triliun saja.

Menurut Bustami, transaksi ini sangat janggal. Sebab, BCA menerima Bunga Obligasi Rekap Pemerintah Rp 7 Triliunan sejak tahun 2003 sampai tahun 2009.

Hal ini diakui oleh Direktur BCA Subur Tan. “Atas pengakuan tersebut ditemukan fakta suatu kejanggalan kasus kerugian keuangan negara senilai Rp 49 Triliun (subsidi Bunga OR ex BLBI + Rp 89 Triliun (nilai BCA tahun 2003 di luar profit BCA yang diterima oleh Budi Hartono sebagai pemegang saham pengendali BCA sejak tahun 2003) = Rp 138 Triliunan. Bagaimana menurut saudara?” tanya Bustami.

Menjawab pertanyaan tersebut, Burhanudin Abudllah Harahap mengatakan pada dasarnya, perusahaan-perusahaan yang diserahkan kepada BPPN oleh bank direncanakan akan diserahkan atau dijual kepada pemilik lama.

IMF menyarankan agar bank-bank itu untuk dijual ke pemilik lama meski akhirnya akan mengalami kerugian 30%.
Sebab, jika dijual ke pemilik baru harganya akan lebih murah.

“Namun ironisnya, faktanya dibeli oleh pemilik lama yang menggunakan baju baru,” kata Burhanudin.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus BLBI DPD RI, Sukiryanto mempertanyakan pembayaran bunga Obligasi Rekap jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebab faktanya sampai tahun 2014, dana APBN yang dialokasikan untuk membayar bunga Obligasi Rekap pemerintah Ex BLBI sebesar kurang lebih Rp 930 Triliun.

Dan hingga tahun ini (2022) Menkeu RI masih menganggarkan dana APBN Rp 48 Triliunan untuk bunga Obligasi Rekap kepada bank-bank rekap atau para pemegang Obligasi Rekap yang membelinya di pasar sekunder.

Mirisnya, pembayaran bunga obligasi rekap ini terus digelontorkan saat APBN mengalami defisit. Di sisi lain subsidi untuk BBM, pangan, kesehatan, pendidikan yang dihapuskan atau dibatasi oleh pemangku kebijakan.

“Apakah mungkin kita melakukan moratorium pembayaran bunga rekap BLBI ini?,” tanyanya.

Burhanudin Abdullah mengatakan sebenarnya menginginkan adanya moratorium. Namun lingkungan waktunya tidak tepat. Alasannya: Pertama, situasi global sangat sulit seperti yang terjadi inflasi di Amerika dan Eropa.

Kedua, inflasi di dalam negeri juga meningkat dengan adanya kenaikan BBM, pangan, dan energi. “Maka di saat kita melakukan moratorium kita akan dianggap default. Jadi terlihat akan aneh,” katanya.

Lebih lanjut, Bustami menjelaskan jawaban Burhanudin ini akan menjadi bahan bagi Pansus untuk memanggil stakeholder terkait BLBI lainnya. Sebelumnya, Pansus BLBI DPD RI sudah mengundang Anthony Salim, Budi dan Robert Hartono, serta Sjamsul Nursalim.

“Yang harus diketahui kita bertindak berdasar temuan BPK dan bukti-bukti berikutnya bersama dengan undangan kita pada semua pihak yang tahu duduk persoalan BLBI dan obligasi rekap. Kita akan jalan terus, pantang mundur karena rakyat sedang susah, konglomerat hitam yang rugikan negara ribuan triliun ini harus kita hentikan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Siapa pun itu sama di mata hukum,” pungkas Bustami.

Reporter : Bg86

KOLOM IKLAN


LAINNYA
x
x
PETIR800 LOGIN PETIR800 Masa Depan Platform Digital Bergerak Menuju Integrasi Ai Yang Semakin Mendalam Gelombang Teknologi Baru Membawa Ai Robotika Dan Komputasi Menuju Era Berikutnya Teknologi Otomatisasi Mulai Mengubah Cara Bisnis Mengelola Operasional Digital Inovasi Browser Berbasis Ai Mulai Mengubah Pengalaman Menjelajahi Internet Tren Generative Video Menjadi Babak Baru Dalam Perkembangan Konten Berbasis Ai Teknologi Open Source Ai Mendorong Inovasi Digital Berkembang Semakin Cepat Perkembangan Ai Reasoning Membawa Model Cerdas Ke Kemampuan Yang Lebih Kompleks Perkembangan Smart Home Membawa Konsep Rumah Pintar Semakin Mudah Digunakan Inovasi Chip Neural Membuat Pemrosesan Kecerdasan Buatan Semakin Efisien Era Komputasi Spasial Mulai Membuka Cara Baru Berinteraksi Dengan Dunia Digital Teknologi Ai Mendorong Perubahan Besar Dalam Industri Kreatif Dan Media Digital Inovasi Perangkat Wearable Membawa Teknologi Pintar Semakin Dekat Dengan Pengguna Masa Depan Keamanan Siber Mulai Mengandalkan Otomatisasi Dan Analisis Ai Perkembangan Data Center Modern Mengikuti Lonjakan Kebutuhan Komputasi Ai Teknologi Penerjemah Berbasis Ai Semakin Natural Dalam Memahami Banyak Bahasa Teknologi Synthetic Data Mulai Dilirik Untuk Mendukung Pengembangan Ai Perkembangan Robot Cerdas Membuka Peluang Baru Dalam Otomatisasi Industri Inovasi Baterai Generasi Baru Dinilai Penting Bagi Masa Depan Perangkat Teknologi Tren Ai Personal Membawa Asisten Digital Semakin Dekat Dengan Kebutuhan Pengguna Bagaimana Ai Membantu Manusia Menyederhanakan Pekerjaan Digital Yang Kompleks Teknologi 5g Mendorong Perkembangan Ekosistem Perangkat Pintar Semakin Luas Internet Of Things Memasuki Fase Baru Dengan Integrasi Kecerdasan Buatan Teknologi Ai Generatif Makin Canggih Dan Membuka Peluang Baru Di Dunia Kreatif Perkembangan Robot Humanoid Membawa Industri Teknologi Ke Babak Baru Tren Komputasi Awan Mendorong Transformasi Digital Semakin Cepat Inovasi Chip Ai Membuka Jalan Bagi Perangkat Pintar Generasi Berikutnya Masa Depan Internet Diprediksi Semakin Cerdas Dengan Dukungan Kecerdasan Buatan Teknologi Deep Learning Membawa Perubahan Besar Dalam Pengolahan Data Modern Fenomena Ai Agent Mulai Menarik Perhatian Di Tengah Transformasi Digital Sistem Otomatisasi Cerdas Mulai Mengubah Pola Kerja Di Berbagai Industri Inovasi Teknologi Terbaru Mendorong Perangkat Digital Menjadi Semakin Pintar Perkembangan Machine Learning Membuat Analisis Data Semakin Cepat Dan Akurat Teknologi Komputer Kuantum Mulai Memasuki Era Baru Yang Penuh Potensi Keamanan Siber Menjadi Sorotan Di Tengah Pesatnya Perkembangan Teknologi Ai Revolusi Digital Membawa Kecerdasan Buatan Semakin Dekat Dengan Kehidupan Sehari Hari Teknologi Pengenalan Suara Semakin Canggih Berkat Perkembangan Ai Modern Tren Smart Device Membuka Era Baru Perangkat Yang Semakin Terhubung Bagaimana Ai Generatif Mengubah Cara Konten Digital Dibuat Dan Dikembangkan Perkembangan Pusat Data Menjadi Fondasi Penting Di Balik Ledakan Teknologi Ai Inovasi Robotika Mulai Menghadirkan Mesin Yang Mampu Belajar Dari Lingkungan Teknologi Edge Computing Membawa Pemrosesan Data Semakin Dekat Ke Pengguna Masa Depan Smartphone Diprediksi Semakin Bergantung Pada Kecerdasan Buatan Perkembangan Ai Multimodal Membuka Cara Baru Manusia Berinteraksi Dengan Mesin Teknologi Virtual Reality Kembali Mendapat Sorotan Dengan Inovasi Yang Lebih Realistis Tren Augmented Reality Mulai Masuk Ke Berbagai Aktivitas Digital Sehari Hari Transformasi Digital Mendorong Perusahaan Mengadopsi Teknologi Otomatisasi Cerdas Era Baru Asisten Virtual Dimulai Dengan Kemampuan Ai Yang Semakin Natural Perkembangan Teknologi Semikonduktor Menjadi Kunci Persaingan Industri Digital Sistem Ai Mulai Mampu Memahami Teks Gambar Dan Suara Secara Bersamaan Inovasi Cloud Ai Membuka Akses Kecerdasan Buatan Yang Semakin Luas Ancaman Keamanan Digital Berkembang Seiring Semakin Canggihnya Teknologi Modern Teknologi Biometrik Generasi Baru Membawa Sistem Keamanan Semakin Personal Tren Otomatisasi Industri Meningkat Setelah Ai Semakin Mudah Diterapkan Perkembangan Model Bahasa Ai Mengubah Cara Manusia Mencari Dan Mengolah Informasi Masa Depan Pencarian Internet Mulai Berubah Dengan Kehadiran Teknologi Ai Inovasi Kamera Berbasis Ai Membawa Pengolahan Gambar Ke Level Berikutnya Teknologi Neural Network Terus Berkembang Dan Menjadi Otak Di Balik Ai Modern Perkembangan Ai Di Perangkat Lokal Membuka Era Komputasi Yang Lebih Personal Tren Digital Twin Mulai Dilirik Untuk Membangun Simulasi Dunia Nyata Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Cara Manusia Bekerja Di Era Digital
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/ Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot