x

Pansus BLBI DPD RI Tegaskan Penjualan BCA Rugikan Negara

waktu baca 4 menit
Minggu, 25 Sep 2022 08:22 428 Redaksi

JAKARTA, L86News.com – Penjualan 51 persen saham pemerintah di Bank Central Asia (BCA) melalui program divestasi kepada konsorsium Farallon Capital pada 2002 lalu sangat tidak tepat dan terlalu murah.

Penjualan saham murah ini diduga kuat atas intervensi Badan Moneter Internasional (IMF) yang pada akhirnya justru merugikan negara triliunan rupiah.

Hal ini disampaikan Ketua Pansus BLBI DPD RI, Bustami Zainudin disela-sela Rapat dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2003-2008, Burhanudin Abudllah Harahap di Gedung Nusantara III Jakarta, Kamis (22/9).

Burhanudin Abdullah hadir memenuhi undangan Pansus BLBI DPD RI untuk didengar pendapatnya terkait divestasi BCA beberapa waktu lalu.

Hadir dalam rapat ini yakni, H. Sukiryanto (Wakil Ketua Pansus BLBI); H. Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim (Wakil Ketua Pansus BLBI), Ajbar (Wakil Ketua Pansus BLBI); KH. Ir. Abdul Hakim, M.M (Anggota Pansus BLBI); dan Hardjuno Wiwoho (Staf Ahli Pansus BLBI).

Dalam Rapat kali ini, Pansus BLBI menyampaikan beberapa pertanyaan kunci terkait pengucuran BLBI, penjualan BCA pada 2003 dan kemungkinan moratorium obligasi rekap ex BLBI yang merugikan negara hingga ribuan triliun rupiah.

Bustami dalam pernyataanya memaparkan konteks pembelian 51% saham BCA pada tanggal 31 Desember 2002 , dimana value asset BCA berdasarkan laporan keuangan auditor independen tercatat Rp 117 Triliunan.

Namun saat transaksi penjualan Saham BCA yang patut diduga terjadi suatu rekayasa intelektual dalam buku BCA ada Obligasi Rekap Pemerintah yang senilai Rp 60 Triliunan yang ditempatkan oleh Menkeu RI tersebut.

Padahal, saham pemerintah yang dimiliki 93% berasal dari pemilik saham BCA lama yakni Anthony Salim.

Hal tersebut sebagai sisa pelunasan utang Fas BLBInya yang Rp 33 Triliun hanya mampu membayar Rp 8 Triliun saja.

Dengan demikian harga saham BCA 93% = Rp 25 Triliunan, sehingga sesungguhnya value BCA tahun 2003 saat dijual dalam posisi profit atau keuntungan Rp 4 Triliunan.

Rinciannya, riil net value BCA = Rp 60 Triliun + Rp 25 Triliun + Rp 4 Triliun = Rp 89 Triliunan.

Namun anehnya, transaksi penjualan 51% saham BCA kepada Farallon (owner PT. Djarum Budi Hartono) hanya dengan harga Rp 5 Triliun saja.

Menurut Bustami, transaksi ini sangat janggal. Sebab, BCA menerima Bunga Obligasi Rekap Pemerintah Rp 7 Triliunan sejak tahun 2003 sampai tahun 2009.

Hal ini diakui oleh Direktur BCA Subur Tan. “Atas pengakuan tersebut ditemukan fakta suatu kejanggalan kasus kerugian keuangan negara senilai Rp 49 Triliun (subsidi Bunga OR ex BLBI + Rp 89 Triliun (nilai BCA tahun 2003 di luar profit BCA yang diterima oleh Budi Hartono sebagai pemegang saham pengendali BCA sejak tahun 2003) = Rp 138 Triliunan. Bagaimana menurut saudara?” tanya Bustami.

Menjawab pertanyaan tersebut, Burhanudin Abudllah Harahap mengatakan pada dasarnya, perusahaan-perusahaan yang diserahkan kepada BPPN oleh bank direncanakan akan diserahkan atau dijual kepada pemilik lama.

IMF menyarankan agar bank-bank itu untuk dijual ke pemilik lama meski akhirnya akan mengalami kerugian 30%.
Sebab, jika dijual ke pemilik baru harganya akan lebih murah.

“Namun ironisnya, faktanya dibeli oleh pemilik lama yang menggunakan baju baru,” kata Burhanudin.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus BLBI DPD RI, Sukiryanto mempertanyakan pembayaran bunga Obligasi Rekap jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebab faktanya sampai tahun 2014, dana APBN yang dialokasikan untuk membayar bunga Obligasi Rekap pemerintah Ex BLBI sebesar kurang lebih Rp 930 Triliun.

Dan hingga tahun ini (2022) Menkeu RI masih menganggarkan dana APBN Rp 48 Triliunan untuk bunga Obligasi Rekap kepada bank-bank rekap atau para pemegang Obligasi Rekap yang membelinya di pasar sekunder.

Mirisnya, pembayaran bunga obligasi rekap ini terus digelontorkan saat APBN mengalami defisit. Di sisi lain subsidi untuk BBM, pangan, kesehatan, pendidikan yang dihapuskan atau dibatasi oleh pemangku kebijakan.

“Apakah mungkin kita melakukan moratorium pembayaran bunga rekap BLBI ini?,” tanyanya.

Burhanudin Abdullah mengatakan sebenarnya menginginkan adanya moratorium. Namun lingkungan waktunya tidak tepat. Alasannya: Pertama, situasi global sangat sulit seperti yang terjadi inflasi di Amerika dan Eropa.

Kedua, inflasi di dalam negeri juga meningkat dengan adanya kenaikan BBM, pangan, dan energi. “Maka di saat kita melakukan moratorium kita akan dianggap default. Jadi terlihat akan aneh,” katanya.

Lebih lanjut, Bustami menjelaskan jawaban Burhanudin ini akan menjadi bahan bagi Pansus untuk memanggil stakeholder terkait BLBI lainnya. Sebelumnya, Pansus BLBI DPD RI sudah mengundang Anthony Salim, Budi dan Robert Hartono, serta Sjamsul Nursalim.

“Yang harus diketahui kita bertindak berdasar temuan BPK dan bukti-bukti berikutnya bersama dengan undangan kita pada semua pihak yang tahu duduk persoalan BLBI dan obligasi rekap. Kita akan jalan terus, pantang mundur karena rakyat sedang susah, konglomerat hitam yang rugikan negara ribuan triliun ini harus kita hentikan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Siapa pun itu sama di mata hukum,” pungkas Bustami.

Reporter : Bg86

KOLOM IKLAN


LAINNYA
x
x
PETIR800 LOGIN PETIR800 Fakta Terbaru Analisis Data Rtp Yang Banyak Dibahas 2026 Cara Membaca Data Rtp Secara Tepat Dan Efisien Panduan Lengkap Analisis Data Rtp Terbaru 2026 Mengungkap Pola Data Rtp Yang Sering Menarik Perhatian Tips Memahami Data Rtp Dengan Pendekatan Analisis Tren Terbaru Analisis Data Rtp Yang Perlu Diketahui Langkah Langkah Analisis Data Rtp Secara Sederhana Fakta Menarik Tentang Perkembangan Analisis Data Rtp Analisis Data Rtp 2026 Panduan Terbaru Dan Praktis Teknik Analisis Data Rtp Untuk Memahami Pola Mahjong Ways Menjadi Sorotan Di Tengah Perkembangan Game Mobile Modern Mengulas Mahjong Ways 2 Dan Evolusi Desain Game Bertema Oriental Tren Game Mobile Asia Kian Berkembang Bersama Popularitas Mahjong Ways Bagaimana Mahjong Ways 2 Menarik Perhatian Komunitas Game Di Berbagai Negara Mahjong Ways Dan Perjalanan Tema Klasik Menuju Era Game Digital Modern Perkembangan Mahjong Ways 2 Menjadi Bagian Dari Tren Game Mobile Global Mahjong Ways Hadir Dengan Konsep Visual Yang Memadukan Budaya Dan Teknologi Mengapa Mahjong Ways 2 Sering Menjadi Perbincangan Di Komunitas Game Mobile Mahjong Ways Dan Transformasi Pengalaman Bermain Di Platform Mobile Inovasi Visual Mahjong Ways 2 Membawa Warna Baru Pada Industri Game Digital Mahjong Ways Menjadi Salah Satu Judul Yang Sering Dibahas Pecinta Game Mobile Perkembangan Mahjong Ways 2 Mencerminkan Tren Desain Game Generasi Baru Mahjong Ways Dan Perubahan Gaya Visual Yang Makin Diminati Pengguna Mobile Mahjong Ways 2 Membawa Pendekatan Modern Pada Tema Mahjong Klasik Bagaimana Mahjong Ways Dan Mahjong Ways 2 Ikut Mewarnai Perkembangan Game Mobile Mahjong Ways 2 Menjadi Sorotan Berkat Grafis Dan Pengalaman Interaktifnya Mahjong Ways Terus Menarik Perhatian Seiring Berkembangnya Industri Game Digital Tren Game Bertema Oriental Kembali Meningkat Bersama Mahjong Ways 2 Mahjong Ways Dan Mahjong Ways 2 Menjadi Bagian Dari Perkembangan Game Mobile Asia Perjalanan Mahjong Ways Menuju Popularitas Global Di Era Hiburan Digital Tren Game Mobile Asia Terus Berkembang Bersama Popularitas Mahjong Ways Industri Game Digital Kian Kompetitif Dan Mahjong Ways 2 Tetap Menjadi Sorotan Banyak Komunitas Mulai Membahas Keunikan Fitur Di Mahjong Ways Pengalaman Visual Yang Memikat Menjadi Alasan Mahjong Ways 2 Sering Diperbincangkan Dunia Game Mobile Kembali Diramaikan Oleh Perkembangan Mahjong Ways Inovasi Grafis Modern Menjadi Salah Satu Daya Tarik Mahjong Ways 2 Perkembangan Teknologi Mobile Mendorong Popularitas Mahjong Ways Di Pasar Global Penggemar Game Bertema Oriental Masih Menaruh Perhatian Pada Mahjong Ways 2 Industri Hiburan Digital Melihat Pertumbuhan Komunitas Mahjong Ways Kualitas Animasi Dan Efek Visual Menjadi Nilai Lebih Dari Mahjong Ways 2 Pasar Game Mobile Asia Terus Meluas Dengan Kehadiran Mahjong Ways Tren Desain Game Generasi Baru Semakin Terlihat Pada Mahjong Ways 2 Perubahan Gaya Bermain Mobile Turut Mendorong Popularitas Mahjong Ways Konsep Visual Yang Unik Menjadikan Mahjong Ways 2 Sering Masuk Perbincangan Perkembangan Ekosistem Game Mobile Membawa Mahjong Ways Ke Panggung Global Semakin Banyak Pemain Mengenal Konsep Modern Yang Ditawarkan Mahjong Ways 2 Tema Budaya Klasik Yang Dikemas Modern Menjadi Identitas Mahjong Ways Kualitas Pengalaman Interaktif Membuat Mahjong Ways 2 Tetap Relevan Hingga Kini Transformasi Game Mobile Modern Tidak Lepas Dari Popularitas Mahjong Ways Perkembangan Industri Game Digital Membawa Mahjong Ways 2 Semakin Dikenal Di Berbagai Negara
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/ Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot