
LAMPUNG TIMUR, L86News.com – Menjelang Festival Budaya Sekappung Limo Migo ke-2 yang akan digelar 28 Juni 2026 di Taman Purbakala Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, panitia menggelar rapat penguatan kepanitiaan bersama Bela Budaya Nusantara, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.
Rapat di sekretariat bersama ini dipimpin Ketua Umum Bela Budaya Nusantara Mulyono dan Ketua DPC Bela Budaya Nusantara Lampung Timur Nurdin Minak Guling. Pembahasan meliputi persiapan akhir festival, pengamanan, teknis pelaksanaan, hingga rencana kunjungan Presiden RI ke-7 H. Joko Widodo ke Joglo Bela Budaya Nusantara Lampung Timur yang bertepatan dengan festival.
Ketua Panitia Festival Budaya Sekappung Limo Migo, Ibrahim Restu Saka, menyampaikan persiapan telah mencapai 85 persen. Dukungan mengalir dari sponsor, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh budaya, tokoh pemuda, serta unsur keamanan seperti kepolisian, kamtibmas, dan linmas Desa Pugung Raharjo.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung agar festival berjalan lancar, tertib, dan penuh nilai budaya,” ujar Ibrahim.
Festival Budaya Sekappung Limo Migo bertujuan melestarikan adat istiadat, kesenian, dan warisan leluhur masyarakat Lampung, khususnya di wilayah Sekappung Limo Migo. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar lebih mengenal, menjaga, dan mengembangkan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Bela Budaya Nusantara Mulyono yang bergelar Pangeran Bela Budaya menyampaikan kabar baik terkait pengembangan kawasan budaya di Lampung Timur. Desa Pugung Raharjo telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Budaya melalui SK Pemerintah Provinsi Lampung, dan menjadi salah satu dari 16 desa wisata budaya di provinsi tersebut.
“Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan warisan luhur yang harus dijaga dan dikembangkan. Kawasan ini memiliki nilai sejarah tinggi dan berpotensi menjadi pusat wisata budaya serta edukasi sejarah di Lampung,” jelas Mulyono.
Situs ini dikenal sebagai salah satu kawasan arkeologi penting di Lampung Timur yang menyimpan benteng tanah kuno, batu megalitikum, artefak purbakala, dan jejak peradaban masa lampau.
Rapat juga membahas rencana kunjungan Presiden RI ke-7 H. Joko Widodo ke Joglo Randu Mas di Desa Pugung Raharjo. Mulyono menyebut kunjungan kemungkinan berlangsung sekitar dua jam dan bertepatan dengan festival.
Menanggapi hal itu, Ibrahim menegaskan panitia menyambut baik kehadiran tokoh nasional maupun pejabat negara, namun meminta festival tetap steril dari politik praktis.
“Kami menyambut baik kehadiran siapa pun, termasuk Presiden RI ke-7 dan tamu undangan lainnya. Namun kami berharap tidak ada atribut politik seperti baju partai demi menjaga kenyamanan, keindahan, dan nilai budaya festival,” tegas Ibrahim.
Pernyataan tersebut mendapat dukungan penuh dari jajaran Bela Budaya Nusantara. Panitia berharap festival ke-2 ini dapat memperkuat persatuan masyarakat, melestarikan budaya daerah, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Lampung Timur kepada masyarakat luas.
“Mudah-mudahan kegiatan ini membawa berkah bagi masyarakat Lampung Timur, Provinsi Lampung, serta seluruh pihak yang menjaga dan melestarikan tanah warisan leluhur ini,” tutup Ibrahim.