
PESAWARAN, L86News.com – Di tengah kesibukannya sebagai guru SMA, Hanifah Nadia Elokanita, S.Pd. atau yang akrab dipanggil Hani, dengan setia membagi waktunya untuk mengabdi sebagai relawan pengajar di Rumah Cerdas Bela Budaya Nusantara. Rumah belajar yang terletak di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran ini memberikan pendidikan tambahan gratis setiap Sabtu dan Minggu
Bagi Hani, mengajar adalah panggilan hati. Semangatnya dalam mendidik mengingatkan kita pada Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan Indonesia yang terkenal dengan filosofi “ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”. Prinsip ini terwujud dalam cara Hani mendampingi anak-anak dengan penuh perhatian dan kasih sayang
“Anak-anak akan lebih mudah belajar ketika mereka merasa bahagia dan dicintai. Kasih sayang adalah fondasi utama dalam proses belajar,” ujar Hani.Rabu (8/10/2025)
Setiap akhir pekan, Hani dan relawan lainnya mengajarkan membaca, menulis, berhitung, serta memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara. Anak-anak diajak menyanyikan lagu daerah, mendengarkan cerita rakyat, dan bermain permainan tradisional. Meski dengan fasilitas sederhana, suasana belajar terasa hangat dan menyenangkan.
“Ketika ada anak yang tiba-tiba bisa membaca, atau dengan percaya diri menyanyikan lagu daerah, itu adalah kebahagiaan yang tak ternilai,” katanya.
Dedikasi Hani mengajarkan pada kita bahwa pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang menumbuhkan karakter dan mencintai budaya sendiri. Seperti kata Nelson Mandela,
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia.” Dan Hani membuktikannya dengan tindakan nyata, dimulai dari Rumah Cerdas Bela Budaya.
Melalui Rumah Cerdas, Hani dan para relawan terus menyalakan api semangat belajar, membuktikan bahwa pendidikan berkualitas harus bisa diakses oleh semua anak, tanpa terkecuali.