
LAMPUNG TENGAH, L86News.com – Keluhan orang tua terkait sajian Makanan Begizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadhan di Kampung Bandar Sakti, Kecamatan Terusan Nuntai, Lampung Tengah menyebar di media sosial.
Sorotan mengarah kepada porsi dan kualitas makanan yang tidak sebanding dengan nilai anggaran perporsi yang telah di tetapkan pemerintah.
Ketua DPD Lingkar Puan provinsi Lampung, Fahmi menilai isu ini menyentuh hak dasar anak. Menurutnya MBG bukan program biasa, melainkan kebijakan strategis yang menuntut keterbukaan dan pertanggung jawaban.
“Jika bener ada ketidak sesuaian antara nilai anggaran dan kualitas sajian yang di terima siswa, maka harus segera di telusuri. Anak-anak kita berhak mendapatkan makanan yang sesuai standar, baik itu dari sisi gizi maupun kelayakan,” kata Fahmi, Kamis (5/3/2026)
Fahmi meminta DPRD Kabupaten Lampung Tengah mengambil peran pengawasan secara nyata. Ia mendorong wakil rakyat memantau langsung, bukan hanya menerima laporan di atas meja. Sasaran pengecekan, mencakup Limbah (IPAL), sekolah hingga dapur penyedia MBG
“Anggota DPRD harus turun langsung memastikan MBG yang di salurkan bener bener sesuai ketentuan. Apalagi Informasi ini sudah berseliweran di media sosial, sehingga perlu klarifikasi dan pengecekan faktual,” tandasnya
Fahmi berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera merespon polemik tersebut agar MBG Kampung Bandar Sakti Kecamatan Terusan Nunyai tetap berjalan sesuai tujuan program.
“Yakni hadir untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak terutama selama bulan suci Ramadhan,” pungkas Fahmi