
LAMPUNG UTARA, L86News.com – Bidan adalah tenaga medis profesional yang berwenang menolong persalinan normal (fisiologis) dan merawat bayi baru lahir. Bidan memandu ibu dari kontraksi awal hingga melahirkan, memberikan dukungan emosional, memantau detak jantung janin, memimpin proses mengejan, serta melakukan tindakan medis seperti menahan perineum dan memotong tali pusar.
Namun lain halnya yang di lakukan seorang oknum bidan desa ini. Saat melakukan pertolongan persalinan salah satu warga Desa Ulak Rengas, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara pada Januari 2026 lalu, sang bayi harus menanggung cacat karena jari tengahnya diduga terpotong gunting saat proses persalinan.
Sumber yang tak ingin di sebut namanya menceritakan bahwa sekitar tanggal 07 Januari 2026 ada salah satu warga Desa Ulak Rengas melahirkan sampai jari tengah tangan sebelah kiri bayinya terputus dan mengeluarkan darah segar.
“Bayi itu anak dari bapak “AB” Warga Dusun 04 Desa Ulak Rengas,” tuturnya sumber
Sumber menduga jari tangan bayi itu terputus terkena gunting saat bidan melakukan proses persalinan. Sumber menilai tindakan itu merupa kan kurang kehati hatian atau kelalaian oknum bidan saat melakukan pertolongan dalam persalinan.

“Infomasi yang di dapat dari sumber jari tangan bayi yang terputus itu sempat di temukan di dalam sebuah tong sampah,” imbuh sumber .
Senada juga di sampaikan AB orang tua si bayi. “Sekarang ini sudah damai pak, sudah keluarga pak. Sudah damai sudah lama pak, pokoknya sudah selesai pak gak ini lagi,” kata ibu korban saat di konfirmasi, Senin (2/2/2026).
Saat ditanya terkait peristiwa tersebut, ibu korban menjelas kan, anaknya terpotong di bagian jari tengah tangan kiri sambil memperagakan ukuran jari anaknya yang terpotong. “Nama Bidannya Ibu MLN,” Sebut ibu korban sambil menggendong bayinya.
Sementara, saat awak media hendak konfirmasi ke rumah oknum bidan, terlihat dari jalan ada kertas bertuliskan tutup sementara dan papan nama didepan rumah juga terlihat sudah di lepas. Hingga berita ini di terbitkan, sang bidan belum dapat di temui dan konfirmasi.




