
BLITAR, L86News.com – Perampokan dan penyekapan di Rumdin Walkot Blitar terbilang nekat. Para pelaku terindentifikasi naik mobil berplat merah saat merampok rumah dinas Wali Kota Blitar, Santoso.
AKBP Argowiyono menjelaskan, dari keterangan saksi yang merupakan korban penyekapan, para pelaku diketahui datang memasuki halaman rumdin walkot blitar sekitar subuh. Para pelaku terindikasi menggunakan mobil ber plat merah.
“Mereka naik mobil berplat merah,” kata Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono, Senin (12/12/2022).
Meski demikian Kapolres Blitar Kota belum bisa memastikan apakah plat merah yang digunakan di mobil para pelaku asli atau palsu. Kini Satreskrim Polres Blitar Kota masih menyelidiki lebih lanjut mengenai keterangan tersebut.
Polres Blitar kota kini masih berupaya memeriksa sejumlah CCTV yang berada di sekitar lokasi rumah dinas Wali Kota Blitar, Santoso. Di sepanjang jalan Sudanco Suprijadi sendiri memiliki sejumlah CCTV yang terpasang.
Nantinya polisi akan melakukan pemeriksaan dan indentifikasi terkait informasi berkaitan dengan mobil berplat merah yang digunakan oleh komplotan perampok tersebut. Polisi sendiri memastikan bahwa seluruh CCTV di dalam lokasi kejadian sengaja dirusak pelaku.
“Kita masih selidiki, tapi kalau CCTV yang berada di dalam rumah dinas Semuanya di rusak oleh para pelaku” pungkasnya
Dari keterangan para saksi juga diketahui, para pelaku masuk melalui pintu samping barat. Polisi menduga para pelaku perampokan dan penyekapan berjumlah 4 hingga 5 orang.
Polisi juga belum bisa mastikan apakah para pelaku menggunakan senjata tajam atau tidak. Menurut polisi itu masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Saat beraksi para pelaku juga menggunakan masker. Dari aksi para pelaku diduga mereka telah merencana kan aksi perampokan ini jauh jauh hari.
“Mungkin untuk memudahkan masuk rumdin. Para pelaku memakai masker semua,” pungkasnya.
Selain melakukan penyekapan terhadap Wali Kota Blitar dan istri, para pelaku juga membawa kabur sejumlah uang tunai serta perhiasan. Dari olah TKP sementara, para pelaku membawa kabur uang tunai Senilai 400 juta rupiah milik Wali Kota Blitar, Santoso.
”Ada uang tunai 400 juta serta perhiasan yang dibawa kabur oleh para pelaku, para pelaku sendiri diduga berjumlah 4 hingga 5 orang,” kata Kapolres Blitar Kota.
Sejumlah perhiasan milik Wali Kota Blitar juga ikut bawa kabur oleh para pelaku. Namun polisi belum memastikan berapa jumlah dari perhiasan yang dibawa kabur oleh komplotan maling.
Kasus ini pun kini masih diselidiki lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Blitar Kota dibantu oleh Direskrimum Polda Jawa Timur. Mengenai motif perampokan polisi hingga kini juga belum bisa mengungkapkan ke publik.
Reporter : owi/beq/beritajatim