
LAMPUNG TIMUR, L86News.com – Puluhan siswa dan santri di Desa Surya Mataram, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur, mengalami mual dan sakit perut diduga usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah siswa bahkan harus mendapat kan perawatan insentif di klinik setempat. Sebelum dirawat, mereka merasakan keluhan sakit perut, mual-mual diduga imbas menyantap MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) desa setempat.
“Iya, ada 13 orang santri ponpes perempuan yang sedang dirawat di klinik sejak kemarin malam. Rata-rata mereka mengeluhkan mual dan sakit perut,” kata salah satu warga Desa Surya Mataram, Kamis (29/1/2026).
Dari informasi yang diperoleh, keluhan serupa juga dirasakan para siswa di sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP yang menerima program MBG di wilayah tersebut.
“Puluhan siswa di sekolah kami tidak berangkat karena keluhan sakit perut. Bahkan para guru dan saya sendiri juga merasakannya,” kata salah satu Guru SMP di sekolah penerima MBG yang meminta identitasnya tak disebutkan.
Ia mengatakan bahwa para guru dan siswa SMP tersebut mengaku saat menerima MBG pada hari Rabu (28/1/2026) siang, dan salah satu menu lauknya yakni ayam suir dirasakan seperti sudah basi.
“Ada satu siswa kami yang saat ini masih dirawat intensif karena keluhannya tersebut,” jelasnya
Kades Surya Mataram, Ismail Subing mengaku sempat kaget mendengar informasi tersebut. Ia pun memastikan dengan menghubungi Kepala Satuan MBG, Haji Mulyono.
“Ternyata memang benar. Haji Mulyono pun membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ada 13 Santri sejak kemarin sudah dirawat diklnik Topa di Way Silam Dusun 6,” jelasnya
Pernyataan senada juga di sampaikan Camat Marga Tiga, Sarminsyah. Menurut nya, para siswa dan santri Pondok Pesantren di wilayahnya tersebut mengeluhkan sakit dan mual hingga harus di rawat di klinik
“Memang ada puluhan santri dan siswa yang dirawat lantaran mual dan sakit perut. Namun, belum diketahui pasti apakah penyebabnya dari MBG. Kita bersama pihak Dinas Kesehatan sedang melakukan mitigasi dan pemeriksaan terlebih dahulu,” kata Sarminsyah.