
BATAM, L86News.com – Polresta Barelang, Polda Kepri berhasil mengungkap kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur atau Bullying yang sempat viral di media sosial beberapa hari lalu.
Hal itu di sampaikan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri N di dampingi Kepala UPTD PPA Kota Batam Dedy Suryadi dan Kasat Reskrim Kompol R. Moch Dwi Ramadhanto saat konferensi pers di Lobby Mapolresta, Sabtu (02/03/2024).
“Para pelaku bullying yang sempat viral di Medsos sudah diaman kan,” kata Kapolres yang juga di dampingi Kasihumas AKP Tigor Sidabariba, Kapolsek Lubuk Baja Kompol Yudi Arvian dan Kanit Reskrim Jonathan Reinhart Pakpahan.
Menurutnya, pelaku berjumlah 4 orang. 1 dewasa inisial N (18) dan 3 di bawah umur inisial RRS (14), M (15), AK (14). Sedangkan korban 2 anak dibawah umur inisial SR (17) dan RF (14).
“Peristiwa terjadi diruko belakang Soto Medan Lucky Plaza Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam pada Rabu 28/02/2024. Motif bullying di lakukan karena sakit hati,” ungkap Kapolresta.
Korban EF, lanjut Kapolresta, di tuduh mencuri barang milik RRS dan ada rasa sakit hati antara SR dengan RRS. “Mereka saling ejek, akhirnya RRS mengajak temannya M dan AK menganiaya korban,” sambungnya.
Akibat peristiwa itu, masih kata Kapolres, korban mengalami luka bekas sulut api rokok di tangan kiri dan dagu, bekas cakar dan lebam dibagian leher, bengkak di bagian kepala, bekas cakar di bagian punggung dan bengkak di bagian pipi kiri.
Selanjutnya di dampingi keluarga, korban melapor ke Polsek Lubuk Baja dan di tindak lanjuti oleh petugas dengan mengamankan 4 pelaku perempuan di Kecamatan Bengkong, Lubuk Baja dan Nongsa
“Para pelaku sudah putus sekolah dan kenal dengan korban melalui massanger. Pelaku dewasa akan di kenakan peradilan pidana umum. Sedangkan 3 pelaku di bawah umur kita berlakukan undang undang perlindungan anak,” jelasnya.
Kepada masyarkat, orang tua dan guru, Kapolresta menghimbau untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak salah bergaul agar dan tidak terjerat masalah hukum.
“Sampaikan kepada anak agar tidak melanggar hukum. Tentunya kita semua harus mengawasi supaya tidak terulang kembali kejadian seperti ini dan harus bijak menggunakan media sosial,” pungkasnya
Reporter : Hend/Rls