
LAMPUNG TIMUR, L86NEWS.COM — Pemerintah Desa Braja Caka, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, mengusulkan pembangunan jembatan baru yang menghubungkan wilayah desa tersebut dengan Desa Braja Gemilang, Kecamatan Braja Selebah.
Jembatan yang direncanakan memiliki panjang 50 meter dan lebar 5 meter itu dinilai penting untuk meningkatkan akses masyarakat, terutama petani dan anak-anak yang beraktivitas menuju wilayah Braja Gemilang.
Kepala Desa Braja Caka, Rudin, mengatakan usulan pembangunan jembatan telah diajukan sejak 2025 melalui komunikasi dengan Koramil dan Babinsa setempat.
“Pada tahun 2025 lalu kami sudah mengajukan ke Koramil melalui Babinsa untuk pembuatan jembatan baru karena jalan ini sangat strategis dari Desa Braja Caka menuju Desa Braja Gemilang. Saat itu kami sudah mengirimkan titik koordinat lokasi calon jembatan dengan ukuran panjang 50 meter dan lebar 5 meter,” kata Rudin, Sabtu (15/8/2026).
Menurut dia, pembangunan jembatan baru menjadi kebutuhan karena jembatan lama yang masih digunakan warga kondisinya mulai aus dan dinilai tidak lagi layak mendukung mobilitas masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini merupakan prioritas utama demi kelancaran akses masyarakat, anak-anak berangkat sekolah maupun petani. Sebelumnya sudah ada jembatan lama, itu pun jembatan gantung dan sudah terlalu usang sehingga tidak layak lagi,” ujarnya.
Rudin menjelaskan, jembatan lama berada sekitar satu kilometer dari lokasi yang diusulkan untuk pembangunan jembatan baru. Meski kondisinya memprihatinkan, masyarakat hingga kini masih menggunakan akses tersebut untuk beraktivitas.
Pemilihan lokasi baru, kata dia, dilakukan karena jalurnya dinilai lebih strategis dan memiliki akses jalan yang lebih baik. Nantinya, jembatan tersebut dapat langsung terhubung dengan jalur dari Desa Braja Caka menuju Desa Braja Gemilang.
“Jembatan lama tidak memiliki akses jalan yang memadai. Warga harus melewati area perkebunan karet milik masyarakat,” katanya.
Rudin berharap pembangunan jembatan baru dapat segera direalisasikan. Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan jembatan baru dinilai dapat memperpendek waktu tempuh masyarakat menuju wilayah Braja Gemilang.
Akses tersebut juga diharapkan membantu anak-anak yang bersekolah di wilayah Braja Gemilang, termasuk warga yang hendak menempuh pendidikan di pondok pesantren.
Dari sisi ekonomi, jembatan baru diharapkan memudahkan petani membawa hasil panen menuju lokasi penjualan maupun jalur distribusi.
Harapan serupa disampaikan Hadi, warga Desa Braja Caka. Menurutnya, kondisi jembatan lama telah menyulitkan warga, terutama ketika membawa hasil pertanian.
“Saya berharap jembatan yang akan dibangun segera dilaksanakan karena jembatan lama kurang lebar. Untuk mengeluarkan hasil panen kami susah. Selain itu, jembatan sudah rusak parah, banyak besi penopangnya yang putus,” kata Hadi.
Ia mengatakan kondisi akses menuju jembatan lama juga semakin sulit dilalui saat musim penghujan.
Menurut Hadi, pembangunan jembatan di lokasi baru akan memberikan akses yang lebih baik karena jalannya sudah tersedia dan dapat langsung terhubung dengan jembatan.
“Kalau dibangun di tempat yang baru ini kami setuju karena jalannya sudah bagus dan langsung terhubung ke jembatan. Selain itu, akan mempersingkat waktu menuju desa lain,” ujarnya.
Warga berharap usulan pembangunan jembatan tersebut dapat segera mendapat tindak lanjut sehingga akses antarwilayah menjadi lebih aman dan mudah, sekaligus mendukung aktivitas pendidikan, pertanian, dan perekonomian masyarakat.