
LANGKAT, L86News.com – Kelangkaan BBM di Pangkalan Berandan, Kabupaten Langkat, sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh total, mulai dari pedagang keliling hingga tukang becak motor.
Para pedagang somay keliling, es rujak, dan para abang becak motor mengaku kesulitan mencari nafkah karena tidak adanya BBM di SPBU. Harga eceran yang tinggi membuat mereka tidak mampu membeli.
Endrik, salah satu tukang becak motor di Pangkalan Berandan, mengaku terdampak langsung. “Saya sehari-hari kerja tukang becak. Tapi beberapa hari ini saya kesulitan,” ujarnya, Rabu 15 Juli 2026.
Kelangkaan BBM membuat dirinya tidak bisa kerja karena tidak ada minyak di SPBU. “Kalau beli eceran terlalu mahal, tidak sesuai dengan ongkos becak yang kami terima. Pertalite eceran dijual Rp15 ribu per liter,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk mendapatkan BBM di SPBU warga harus mengantre hingga semalaman menunggu pasokan dari Pertamina. Namun pasokan BBM yang datang pun terbatas.
“Pasokan minyak dari Pertamina cuma 16 ton per hari. Itu 2 jam saja sudah habis karena masyarakat dan pengendara lain rela antre berjam-jam”
“Banyak juga yang memanfaatkan situasi dengan memodifikasi tangki agar muat banyak, lalu dijual ecer dengan harga tinggi. Cari keuntungan di tengah kesulitan masyarakat,” ungkap Endrik.
Manager SPBU Pangkalan Berandan membenarkan adanya pembatasan pasokan. Pihaknya sudah meminta tambahan kuota, namun Pertamina hanya memberikan jatah 16 ton per hari.
“Kami sudah minta tambah pasokan, tapi pihak Pertamina membatasi jatah kita per hari hanya 16 ton. Sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Mungkin kalau diberikan 30 ton per hari bisa cukup,” jelasnya.
Menurut manager, tidak hanya SPBU di Pangkalan Berandan yang mengalami antrean panjang. SPBU di Gebang, Tanjung Pura, Stabat, Besitang, dan hampir seluruh Sumatera Utara juga mengalami hal serupa hingga menyebabkan kemacetan di jalan.
“Harapan saya, masyarakat bisa menahan diri saat antre dan jangan terbawa emosi agar tidak memicu pertengkaran. Kami akan tetap memberikan pelayanan terbaik dan teliti agar tidak terjadi pembelian jumlah besar dan penimbunan BBM,” tutupnya.