
LANGKAT, L86News.com – Maraknya praktik judi togel di Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat dikeluhkan warga karena dinilai meresahkan dan kerap menjadi pemicu konflik rumah tangga. Banyak warga mengaku hasil kerja suami habis untuk membeli nomor togel.
“Judi togel di wilayah Babalan ini sudah beroperasi puluhan tahun tapi tidak tersentuh hukum. Rata-rata pemainnya dari kalangan bawah yang pas-pasan, berharap nomornya tembus untuk kebutuhan rumah. Kenyataannya tidak pernah menang, malah kadang harus berhutang untuk beli nomor,” kata Ari, warga Babalan, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, jerih payah sehari-hari yang seharusnya untuk menafkahi keluarga sering habis untuk memasang nomor. Akibatnya, saat pulang ke rumah tidak ada uang untuk membeli beras dan kebutuhan lain, sehingga sering terjadi cekcok dalam rumah tangga.
Mira, salah satu istri yang suaminya pernah bermain togel, mengaku bersyukur suaminya kini sudah berhenti. “Dulu suamiku lebih mementingkan beli nomor dari pada belanja kebutuhan makan. Asal pulang kerja, uangnya habis untuk beli nomor togel,” ujarnya.
Mira juga mempertanyakan mengapa praktik judi togel di Kecamatan Babalan seolah tidak pernah ditindak. Ia menyebut aktivitas jual nomor togel kerap berlangsung di kedai kopi di Jalan Sutomo, Jalan Kalimantan, Jalan Pendidikan, dan Jalan Lintas Pelawi Utara.
“Puluhan tahun tidak ada razia atau penggerebekan. Seakan kebal hukum. Harapan kami, Kapolsek Babalan AKP Eben Heser Tarigan, S.H. segera menutup praktik judi togel di tempat-tempat tersebut,” kata Mira.
Pantauan dilapangan, maraknya judi togel dinilai sudah meresahkan masyarakat. Bukan hanya Mira, banyak keluarga lain yang mengaku menjadi korban hingga rumah tangganya berujung perceraian. Praktik ini bahkan disebut sudah merambah ke kalangan anak-anak, yang dikhawatirkan dapat merusak generasi muda.
Saat dikonfirmasi melalui panggilan seluler dan pesan WhatsApp, Kapolsek Babalan AKP Eben Heser Tarigan belum memberikan jawaban.