MENU Selasa, 28 Apr 2026
x

Jejak Pramuka Gudep SMAS St Gregorius Reo di Nggalak: Perpaduan Alam, Budaya dan Semangat Persudaraan

waktu baca 5 menit
Selasa, 28 Apr 2026 10:53 50 Redaksi

MANGGARAI, L86News.com – Suasana Pagi di pelataran SMAS St.Gregorius Reo terasa tidak seperti biasanya.Ratusan anggota Gerakan Pramuka Penegak Gugus Depan (Gudep) sekolah tersebut berdiri tegap dengan mengenakan seragam coklat,memancarkan antusiasme penuh harap.

Pagi itu, mereka bersiap memulai perjalanan bermakna menuju Bumi Perkemahan Desa Nggalak Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai dalam rangkaian kegiatan Perkemahan Jumaat, Sabtu dan Minggu (Perjusami) yang di laksanakan dari tanggal 24 hinggal 26 April 2026.

Kegiatan diawali dengan acara pelepasan yang dilaksanakan dengan penuh hikmat dipimpin langsung oleh Romo Kepala Sekolah RD. Agustinus Sunday Cakputra, S.Fil, M.Th.

Dalam sambutannya, Ia menekankan pentingnya perkemahan ini untuk melatih kepemimpinan bagi diri sendiri dan orang lain, maka segala kegiatan yang nanti akan dilksanakan merupaka bagian dari cara membentuk dan menguatkan karakter serta memupuk semangat kepemimpinan di dalam diri siswa.

Setelah berkat perutusan diberikan, kemudian rombongan bertolak meninggalkan sekolah menuju Nggalak dengan menggunakan 4 kendaraan dengan menempuh perjalanan yang melelahkan, akhirnya peserta tiba di Nggalak dan disambut antusiasme warga dengan sebuah pemandangan yang luar biasa telah menanti sejak pagi membuat rasa Lelah hilang seketika.

Penyambutan ini bukanlah sambutan biasa, melainkan sebuah prosesi adat yang sakral dan penuh makna menumbuhkan semangat persaudaraan yang kuat. Di pa’ang (gerbang/pintu masuk) Kampung Nggalak, Rombongan Pramuka SMAS St. Gregorius Reo diterima secara adat.

Dari paang, langkah kaki para peserta perkemahan diiringi oleh tabuhan gong, gendang yang merdu dengan iringan lagu-lagu daerah Manggarai yang sakral. Selanjutnya rombongan diarak berjalan kaki menuju Rumah Gendang (rumah adat), menciptakan suasana persudaraan antara disiplin pramuka dan keunikan Budaya Manggarai.

Setibanya di Rumah Gendang, nuansa kekeluargaan semakin nampak saat tokoh adat dan masyrakat melangsungkan acara adat Toi Loce dan Caca Selek. Bagi warga setempat, prosesi ini bukan sekadar ritual biasa, melainkan tradisi yang diwariskan secara turun temurun sebagai simbol penerimaan yang tulus bagi setiap tamu yang datang.

“Upacara adat ini sebagai tanda bahwa keluarga besar SMAS St.Gregorius Reo sudah sah menjadi bagian dari warga kampung Nggalak, karena jika ada kendala selama perkemahan, datang saja kerumah-rumah warga sekitar untuk mendapat bantuan,” ucap Aleksius Jemadin tokoh adat Kampung Nggalak.

Sementara, Kepala Desa Nggalak, Konradus Dain, menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan perkemahan. Sebagai alumni SMAS St. Gregorius Reo, Konradus merasa memiliki ikatan emosional kuat dengan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa beserta seluruh warga siap memfasilitasi kebutuhan peserta Perjusami. Ia juga akan menjamin keamanan dan kenyamanan di sekitar area bumi perkemahan guna memastikan kegiatan berjalan dengan kondusif dan berkesan bagi para siswa.

Setelah rangkaian penyambutan selesai di laksanakan, suasana Rumah adat yang sebelumnya terlihat kaku perlahan mencair berganti dengan suasana keakraban dalam setiap cerita yang penuh canda dan tawa. Sebagai wujud dari kebersamaan, para peserta perkemahan disuguhkan hidangan makan minum ringan (mamiri).

Momen ini menjadi wujud dari sebuah kebersamaan yang sudah dibangun sejak awal kedatangan mulai dari Pa’ang (pintu gerbang kampung) hingga di rumah adat.
Suasana persaudaraan yang begitu hangat menjadi mewarnai rangkaian acara adat penyambutan.

Terpancar senyuman ramah warga dan aroma kopi asli khas Nggalak dakn terus membekas, menjadi pengingat bahwa di kampung ini, setiap tamu adalah bagian dari keluarga besar yang senantiasa disambut dengan hati yang tulus.

Kegiatan Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu (Perjusami) kali ini tidak lagi hanya tentang satu institusi, melainkan sebuah bentuk kerja sama antara SMAS St. Gregorius Reo sebagai penyelenggara bersama sekolah-sekolah tetangga: SDI Nggalak, SDN Singkul, dan SMPN 6 Reok Barat.

Lebih dari sekadar berkemah, keterlibatan sekolah-sekolah ini merupakan wujud nyata dari upaya membangun fondasi karakter peserta didik yang kokoh sejak dini. Di sini, seragam yang berbeda warna melebur dalam satu semangat persaudaraan yang kuat.

Rangkaian kegiatan dirancang untuk mengasah ketangguhan fisik dan mental. Dimulai dengan pendirian tenda, di mana para siswa belajar bahwa sebuah tempat bernaung tidak akan berdiri tegak tanpa komunikasi dan kerja tim yang kuat.

Ketangkasan mereka kemudian diuji melalui jelajah alam, menyusuri bukit Kampung Nggalak yang menantang namun asri. Para peserta juga dibekali dengan pengetahuan, melalui sesi materi kepemimpinan oleh Gregorius Ambot, S.Pd,Gr.

Pada hari kedua perkemahan para peserta diajak untuk mengenali potensi diri dan belajar bagaimana menjadi pemimpin yang melayani. Semua ini menjadi bekal berharga yang mungkin tidak mereka dapatkan sepenuhnya di dalam ruang kelas formal.

Pentas Seni sebagai Panggung Kreativitas
Puncak dari segala kegiatan adalah gelaran Pentas Seni yang semula di rencanakan pada Sabtu malam tanggal 25 April 2026, namun karena guyuran hujan yang lebat sejak siang hingga malam hari membuat Listrik padam sehingga agenda kegiatan harus bergeser ke hari Minggu usai perayaan ekaristi.

Di bawah terik mata hari disekitar lapangan kampung Nggalak, sorak-sorai, panggung ini berubah menjadi ruang bagi kreativitas. Para siswa dari SDI Nggalak, SDN Singkul,hingga SMPN 6 Reok Barat tampil menunjukkan bakat terbaik mereka, mulai dari tarian daerah, hingga drama singkat.

“Pentas seni ini bukan sekadar hiburan,” ujar Klemensia Angur salah satu pembina di Lokasi. “Ini adalah ajang bagi anak-anak untuk memupuk kepercayaan diri, berani tampil di depan publik, dan menghargai keberagaman bakat yang dimiliki teman-temannya,” ungkap dia.

Setelah berhari-hari menempa diri dalam dinamika di bumi perkemahan, seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan perayaan Ekaristi hari raya Panggilan sedunia bersama umat stasi Nggalak.
Misa ini dipimpin oleh RD. Agustinus Sunday Cakputra, S.Fil, M.Th bertempat di Gereja Stasi Nggalak.

Di bawah naungan atap gereja stasi, harmoni suara dari Paduan Suara SMAS St. Gregorius Reo menggema menambah suasana misa semakin meriah menyentuh hati umat yang hadir.

Dalam homilinya, RD. Sandy menekankan esensi dari kepemimpinan kristiani yang sejati. Mengacu pada bacaan-bacaan yang diperdengarkan tentang Yesus Gembala Yang Baik, ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin bukan sekadar pemberi perintah, melainkan sosok yang mengenal dan dikenal oleh mereka yang dipimpinnya.

“Yesus adalah Gembala yang mengenal domba-dombanya, dan domba-dombanya mengenal Dia. Kepemimpinan ini dibangun di atas relasi kasih untuk menciptakan bonum commune atau kesejahteraan bersama,” ungkap Dia.

Pesan ini menjadi sangat relevan bagi para siswa yang baru saja menyeleaikan perkemahan dan umat yang hadir agar meneladani karakter kepemimpinan Yesus yang berakar kuat dalam doa dan kerendahan hati serta menjadi pelayan yang mengutamakan kesejahteraan bersama.

KOLOM IKLAN


LAINNYA
x
x
PETIR800 LOGIN PETIR800
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/ Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot