
LAMPUNG TIMUR, L86News.com – Usai harga bahan bakar minyak (BBM) di tetap kan naik pada Sabtu (3/9/2022), Nelayan di Labuhan Maringgai, Lampung Timur belum pernah melaut dan mengeluh kan sulitnya mendapatkan BBM jenis solar.
Padahal di lingkungan mereka terdapat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), namun mereka masih juga susah untuk mendapatkan, dan harus menempuh jarah cukup jauh jika ingin mendapatkan BBM di SPBU.
“Selama harga BBM di naikan oleh pemerintah, kami belum pernah melaut karena tidak sesuainya dengan hasil tangkapan ikan yang di dapat. Selain mahal minyak BBM ini juga susah di dapat,” ujar Iwan (38) nelayan Muara Gading Mas saat di temui media ini, Jumat (9/9/2022)
Menurutnya, untuk BBM solar di SPBN ada namun harganya tinggi, dan membuat nelayan kawatir tekor, karena hasil tangkapan ikannya tidak langsung di bayar yang akhirnya memilih tidak melaut.
Hal senada juga di katakan Tokin nelayan bubu di wilayah yersebut. Ia mewakili para nelayan juga mengeluhkan mahal dan susahnya mendapatkan BBM yang berakibat semakin banyaknya pinjaman modal dari bos padahal hasil tangkapan ikan nya menurun.
“Dulu harga rajungan bisa mencapai 100 ribu rupiah perkilonya. Tapi semenjak harga BBM naik, harga rajungan kami menurun hanya 50 ribu rupiah perkilo. Ini sangat merugikan dan sejak itu kami belum pernah melaut,” ucapnya.
Kepad pemerintah, Tokin berharap bisa lebih bijaksana kepada masyarakat dan nelayan. “Misalnya memberi kami bantuan agar di permudah mendapatkan BBM dan menyesuaikan harga hasil tangkapan ikan agar kami mendapatkan hasil,” harapnya.
Terpisah Andi Baso wakil ketua HNSI Lampung Timur membenarkan jika semenak harga BBM naik banyak nelayan khawatir untuk melaut. Selain faktor cuaca yang cukup ektrim, nelayan akan tekor karena modalnya tinggi tapi hasilnya sedikit.
“Saat ini harga BBM sudah naik, tapi para nelayan masih juga susah mendapatkan BBM subsidi. Selain itu kuota untuk SPBN pun belum di tambah dan ini juga menjadi penyebab nelayan tidak melaut,” ujarnya.
“Kami dari pengurus HNSI berharap meski BBM naik, pemerintah bisa memberi solusi agar nelayan bisa mendapatkan BBM dengan mudah. Jadi selain bisa di SPBN, nelayan juga di beri fasilitas untuk mendapat solar melalui SPBU terdekat,” harapnya.
“Mudah mudahan ada perhatian dari pemerintah atas kesulitan para nelayan ini. Banyak bantuan yang kami harapakan dari pemerintah, salah satunya bantuan langsung kepada nelayan atau menambah kuota BBM di SPBN ini,” pungkasnya
Reporter : Aw86