
LANGKAT, L86News.com – Menjawab tantangan dakwah digital dan kultural yang semakin kompleks, Majelis Tabligh Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Langkat bekerja sama dengan PD Muhammadiyah Kota Binjai menggelar Pelatihan Kader Mubaligh Muhammadiyah (PKMM) tingkat daerah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 23–25 Juni 2026, berpusat di Pondok Pesantren
Muhammadiyah Kwala Madu, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Kader Mubaligh Muhammadiyah yang Berilmu, Berakhlak, dan Berkemajuan,” pelatihan intensif ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan utusan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PCM/PCA) se-Kabupaten Langkat dan se-Kota Binjai.
Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Muhammad Amin, M.A., menyampaikan bahwa PKMM ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan instrumen kaderisasi strategis untuk melahirkan mubaligh yang kompeten, militan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tantangan lapangan hari ini menuntut mubaligh tidak hanya cakap di atas mimbar, tetapi juga harus menguasai peta dakwah dan teknologi informasi. Melalui pelatihan ini, kita ingin merevitalisasi ideologi Kemuhammadiyahan sekaligus mengoptimalkan dakwah digital di wilayah Langkat dan Binjai.
Selama tiga hari penuh, para peserta digembleng melalui rangkaian materi yang komprehensif dari para pakar, akademisi, dan praktisi dakwah Muhammadiyah. Materi Dakwah Kultural serta Menyusun Peta Dakwah disampaikan oleh Prof. Dr. Ali Imran Sinaga, M.Ag., yang menekankan pentingnya dakwah yang kontekstual dan berbasis pada kebutuhan masyarakat. Dr. Sapri, S.Ag., M.A. membawakan materi Kepribadian dan Kode Etik Mubaligh serta memandu penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai komitmen pascapelatihan.
Penguatan strategi gerakan tabligh diberikan melalui materi Strategi Dakwah dan Tabligh oleh Azar Aswadi, M.A., sedangkan Junaidi, S.Pd., M.Pd. membahas pemanfaatan Sistem Informasi Tabligh Muhammadiyah (SITAMA) sekaligus strategi pembentukan Kader Mubaligh Muhammadiyah (KMM) di tingkat cabang. Penguatan ideologi Persyarikatan disampaikan oleh Thantawi Jauhari, M.A. melalui materi Aktualisasi Islam, Iman, dan Ihsan dalam Ideologi Muhammadiyah, sementara AS Dinata, S.Pd.I. mengulas Telaah Tokoh sebagai inspirasi kepemimpinan dan perjuangan dakwah.
Dalam aspek pengembangan diri, Pungut Suroto, S.Pd. menyampaikan materi Personality Mubaligh (Pengembangan Dakwah dengan Psikologi Kepribadian) untuk membangun karakter dan kecerdasan emosional seorang mubaligh. Keterampilan komunikasi diasah melalui materi Public Speaking yang disampaikan oleh Abdi Sukamto, S.Ag., M.Si., sedangkan kemampuan praktik ibadah diperkuat melalui materi Kaifiyatul ‘Ibad fi Isykal ash-Shahih (Khutbah, Imam, dan Praktik Ibadah) yang dibawakan oleh Ustadz Ryan Syah.
Peserta juga dibekali wawasan dakwah berbasis teknologi melalui materi Optimalisasi Dakwah Digital oleh Komarudin, S.Pd., serta kemampuan menganalisis tantangan dakwah melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema Problematika Dakwah di Lapangan dan Implementasi Pengelolaan Tabligh Berbasis Analisis SWOTH yang dipandu oleh Dr. Selamat Pohan, S.Ag., M.A.. Sebagai pelengkap, Yudha Pratama, S.Pd. memperkenalkan Program Kolaborasi Sosial Dakwah, yang mendorong sinergi dakwah Muhammadiyah dengan berbagai elemen masyarakat dalam menghadirkan dakwah yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berdampak.
Uniknya, pada hari terakhir pelatihan yang bertepatan dengan tanggal 10 Muharram, seluruh peserta dan panitia yang hadir juga melaksanakan ibadah sahur bersama untuk menunaikan Puasa Sunnah Asyura, yang menambah kekhusyukan dan jalinan ukhuwah di dalam forum.
Selain mendapatkan bekal keilmuan, indikator keberhasilan dari PKMM ini ditargetkan langsung pada aksi nyata di lapangan. Pasca-pelatihan, para kader diwajibkan melakukan pemetaan problematika dakwah menggunakan analisis SWOT serta membentuk kepengurusan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) di setiap tingkat cabang.
Di akhir acara, panitia mengumumkan 17 peserta terbaik dalam kategori teladan, terampil, dan aktif. Apresiasi tinggi diberikan kepada Rusli Ali, Salman Alfarisy Lubis, Sukardi, dan Muhammad Ramli. Penghargaan ini juga diraih oleh Irfan, M.A., Anwar Rifki, Edi Kurniawan, S.Sos.I., Revanca Karsita, Amru Akbar Perangin-angin, S.Pd, serta Fahmi Fahrezi.
Kader-kader terbaik dari unsur mubalighat juga turut menorehkan prestasi luar biasa, yaitu Ibu Wahyuni, S.Pd., Ibu Nurhidayah, Ibu Neni Triani, Intan Fitriani, Misra Nova Dayantri, Nur Cahaya Bulan, dan Salsabila Amelia. Ke-17 peserta ini bersama 109 peserta lainnya diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mensukseskan rencana tindak lanjut dakwah Muhammadiyah di wilayah Langkat dan Binjai.
Acara resmi ditutup pada Kamis sore dengan agenda pengukuhan cabang-cabang pembentukan KMM yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara Bidang Tabligh, dilanjutkan dengan pengumuman peserta terbaik serta foto bersama seluruh panitia lintas daerah tersebut.
Berikut adalah para Ketua KMM Cabang yang resmi dikukuhkan—Kabupaten Langkat: Arti, S.Pd (Besitang), Revanca Karsita (P. Brandan), Muhammad Ramli (Tanjungpura), Suwito (Padang Tualang), Drs. Pungut Suroto (Stabat), Sudiro, AMD (Secanggang), Zulkifli (Selesai), dan Solihin Arifsyah (Bahorok). Adapun Kota Binjai: M. Rafai (Binjai Utara), Zulfi Anshor Izhar (Binjai Selatan), Ismail, S.H (Binjai Timur), Iqbal Irfan Nanda, S.Pd (Binjai Kota), dan Anwar Rifki, S.Pt (Sambirejo).
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PDM Langkat, Suyarno, M.Si, bersama PDM Binjai, Juriadi, M.A., serta perwakilan MUI Langkat, Al Ustadz H. Zulkifli Ahmad Dian, Lc., M.A., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi apik lintas daerah ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengembalian berkas peserta dari Master of Training (MOT), Faisal Amri Al-Azhari, kepada PDM Langkat dan Binjai