
LANGKAT, L86News.com – Masyarakat Kecamatan Babalan khususnya korban bencana banjir mendesak Bupati Langkat segera salurkan bantuan yang dinilai hingga saat ini belum juga ada kabarnya.
Berdasar informasi di lapangan, bantuan banjir hanya di terima masyarakat pada tahap pertama dan untuk Kecamatan Babalan hanya dapat 10 KK, padahal jumlah korban banjir puluhan ribu KK
Pardede, salah satu tokoh warga mengata kan, terkait bantuan itu warga Babalan akan menggelar aksi unjuk rasa. Sekitar 5 ribu orang dari 4 desa dan 4 kelurahan dalam waktu dekat akan orasi menuntut bantuan banjir tahun 2025 disalurkan.
“Kami kecewa kepada Bupati Langkat Syah Afandin yang lamban menangani masalah bencana banjir di Kecamatan Babalan,” kata Pardede kepada media ini, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, pembagian tahap pertama kepada 10 KK itu pun tidak transparan, pendataannya terkesan sembunyi sembunyi. Bahkan terdapat penerima bantuan Rp 11 juta tapi rumah kosong atau tidak berpenghuni.
“Yang sangat mengherankan, pendataan tersebut tidak pernah ada namun kenapa tiba-tiba bantuan turun dan dibagikan ke masyarakat. Ini menjadi tanda tanya masyarakat Babalan,” ungkapnya.
Ely (45) warga Pangkalan Berandan juga mengatakan pemerintah daerah tidak peduli dengan masyarakat. Karena banyak ternak mati dan warga kelaparan akibat banjir, tapi hanya diberi 2 kg beras.
“Kami masyarakat Babalan akan berunjuk rasa dalam waktu dekat ini. Kami akan menyampaikan segala tuntutan yang kami rasa menjadi hak kami,” ujarnya
“Jika memang Bupati Langkat tidak bisa mendengarkan aspirasi kami, lebih baik mundur dari jabatannya karena warga sudah jenuh dengan janji janji manis tapi tidak pernah ditepati,” imbuhnya.