
KEBUMEN, L86News.com — Dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa dilakukan sendiri. Kepolisian membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai elemen, termasuk para ulama, untuk mewujudkan situasi yang aman dan sejuk di wilayah Kebumen.
Baru-baru ini, Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama bersama para PJU Polres Kebumen bersilaturahmi ke sejumlah tokoh agama di Kabupaten Kebumen.
Menurut Kapolres, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi membangun komunikasi yang lebih erat sekaligus memperluas dukungan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Silaturahmi ini kami lakukan agar Polri mendapatkan dukungan luas dalam menciptakan situasi yang dingin di Kebumen,” kata AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Senin, 2 Februari 2026.
Rangkaian kegiatan silaturahmi dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, Kapolres didampingi Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman, Kasat Intelkam AKP Budi Santoso, serta Kasat Lantas AKP Edi Nugroho.
Di hari itu, Kunjungan pertama dilakukan di rumah dinas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kebumen yang berada di Masjid Al-Mujahidin, Karanganyar. Di lokasi itu, Kapolres bersilaturahmi dengan K.H. Nursodik selaku Ketua MUI Kabupaten Kebumen.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Masjid Baitussyukur di Desa Kuwaru, RT 3 RW 1, Kecamatan Kuwarasan. Kapolres bersilaturahmi dengan Gunardi selaku Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kebumen beserta pengurus pondok.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres menyampaikan apresiasi atas sambutan hangatnya. Ia juga memperkenalkan diri sebagai pejabat baru yang mendapat amanah memimpin Polres Kebumen.
“Kami berharap komunikasi dan sinergi antara kepolisian dengan ulama terus terjaga. Kami memohon dukungan para tokoh agama agar situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Kebumen tetap kondusif,” jelas Kapolres.
Kapolres menilai situasi saat ini membutuhkan kebersamaan agar Kabupaten Kebumen tetap aman. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pesantren dan tokoh agama, untuk bersama menjaga keamanan, meningkatkan toleransi, serta saling menghormati perbedaan di tengah masyarakat.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam membina akhlak, mental, dan pemahaman agama bagi para santri. Ini penting sebagai benteng terhadap potensi gangguan sosial maupun ideologi radikal yang dapat mengancam kerukunan,” ujarnya.
AKBP Putu menambahkan, sinergi antara aparat keamanan, masyarakat, dan lembaga pendidikan seperti pesantren perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan ketenteraman di wilayah Kebumen.