
BANYUMAS, L86News.com – Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali menyalurkan bantuan sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari APBD Kabupaten Banyumas Tahun 2025. Kegiatan serah terima bantuan tersebut digelar di Aula Balai Desa Bogangin, Kecamatan Sumpiuh, pada Selasa (11/11/2025).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Banyumas Ir. Sadewo Tri Lastiono, didampingi Sekda Kabupaten Banyumas, perwakilan BKD, Satpol PP Kabupaten Banyumas, serta Camat Sumpiuh Pujarseno beserta jajaran. Turut hadir unsur TNI–Polri, Kepala Desa Bogangin Misnad beserta perangkat desa, Ketua BPD, para ketua RT/RW, tim penggerak PKK, tokoh masyarakat, serta 30 penerima manfaat bantuan RTLH.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bogangin Misnad menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah. “Kami ucapkan selamat kepada para penerima bantuan RTLH dan terima kasih kepada dinas terkait serta kepada Bupati Banyumas Bapak Sadewo yang telah hadir dan memberikan bantuan kepada warga kami,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa program RTLH merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
“Saya mendapat informasi bahwa Banyumas termasuk salah satu kabupaten yang memperoleh bantuan RTLH dari Yayasan Buddha Tzu Chi untuk Jawa Tengah. Dari total 500 unit tahap pertama untuk provinsi, Banyumas mendapat porsi cukup besar. Ini bukti bahwa komunikasi kita dengan pemerintah pusat dan lembaga sosial berjalan baik,” ungkap Bupati Sadewo.
Bupati juga menambahkan bahwa pihaknya terus memperjuangkan penambahan kuota bantuan agar lebih banyak warga Banyumas yang bisa merasakan manfaat program tersebut. Ia bahkan telah membahas usulan 500 unit RTLH tambahan bersama Kementerian PUPR dan Kementerian PKB Perumahan untuk tahun mendatang.
Lebih lanjut, Bupati Sadewo berpesan agar para kepala desa di Banyumas lebih aktif dan kreatif dalam menyusun proposal bantuan, baik ke pemerintah pusat maupun ke pihak swasta.
“Kades itu harus kreatif, jangan cuma menunggu. Kadang saya juga harus pintar-pintar ‘merayu’ kementerian demi Banyumas. Jadi kalau kades mau dapat bantuan, ya harus rajin buat usulan, jangan diam,” katanya disambut tawa para hadirin.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung kebijakan efisiensi kendaraan dinas di lingkungan Pemkab Banyumas. Ia menegaskan bahwa dirinya dan wakil bupati tidak memprioritaskan pembelian mobil dinas baru, melainkan mengalihkan anggaran untuk kepentingan publik seperti perbaikan jalan, irigasi, serta bantuan kendaraan operasional desa.
“Mobil dinas saya dan wakil itu lungsuran. Saya lebih senang kalau anggaran bisa dipakai untuk hal yang langsung dirasakan rakyat. Insyaallah tahun depan kita juga siapkan dua bus mini untuk anak-anak sekolah di daerah yang belum punya transportasi,” tuturnya.
Selain fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, Bupati Sadewo juga menjelaskan program penggantian kelapa dalam menjadi kelapa genjah sebagai bagian dari strategi peningkatan ekonomi pedesaan. “Kalau kelapa dalam tingginya bisa 15 meter, berisiko jatuh saat dideres. Tapi kalau kelapa genjah, lebih pendek dan cepat berbuah. Pendapatan petani bisa naik hingga empat kali lipat,” jelasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan RTLH kepada perwakilan penerima manfaat dan foto bersama Bupati Banyumas beserta jajaran. Suasana berlangsung hangat dan penuh rasa syukur, diiringi antusiasme warga yang menyambut baik kehadiran Bupati dan rombongan di Desa Bogangin.