x

Menteri Bintang Apresiasi Polres Brebes Polda Jateng Tangkap Terduga Pelaku Pemerkosaan Anak

waktu baca 3 menit
Sabtu, 21 Jan 2023 11:09 218 Redaksi

JAKARTA, L86News.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga memberikan apresiasi atas perhatian pihak Polres Brebes yang akhirnya menangkap 6 (enam) orang terduga pelaku pemerkosaan terhadap anak usia 15 tahun. Menteri PPPA juga menegaskan pihak kepolisian perlu menuntaskan kasus kekerasan seksual tersebut dalam rangka penegakkan hukum melindungi korban pemerkosaan dan membuat efek jera para pelakunya.

“Pada awalnya kami sangat prihatin dengan proses penyelesaian kasus pemerkosaan yang berakhir damai setelah proses mediasi oleh LSM. Proses damai yang terjadi dalam kasus kekerasan seksual menciderai rasa keadilan korban. Tidak ada kasus kekerasan seksual yang boleh diselesaikan secara damai dan tidak diproses secara hukum karena jelas bertentangan dengan Undang-Undang. Untuk itu, kami memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian dan pihak-pihak terkait yang sudah menangkap terduga pelaku untuk bisa diproses secara hukum,” tegas Menteri PPPA, di Jakarta pada Kamis (19/1/2023).

Menteri PPPA mengatakan pada UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) Pasal 23 menegaskan tindak pidana kekerasan seksual tidak dapat dilakukan penyelesaian di luar proses peradilan, kecuali terhadap pelaku Anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. Lebih lanjut, pada Pasal 76D UU 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, jo Pasal 6 Ayat (1) jo Pasal 7 UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual menegaskan persetubuhan terhadap anak atau pelecehan seksual secara fisik terhadap anak, bukanlah delik aduan, tetapi delik biasa.

“Berpedoman pada kedua UU Perlindungan Anak dan UU TPKS, polisi dapat memproses informasi adanya kasus kekerasan seksual terhadap Anak, tanpa harus menunggu adanya laporan dari pelapor atau korban kepada Polisi,” kata Menteri PPPA.

Berdasarkan informasi yang diterima KemenPPPA, proses damai antara keluarga korban dan keluarga enam terduga pelaku dilakukan melalui mediasi di rumah kepala desa. Surat damai yang dihasilkan dari mediasi tersebut, berisi perjanjian bahwa korban tidak akan melaporkan peristiwa tersebut ke Polisi, dan sebagai imbalannya korban mendapat sejumlah uang dari enam terduga pelaku. Namun demikian informasinya korban tidak menerima utuh dari jumlah dana yang telah disepakati.

“Setelah mendapat laporan kasus di Brebes, kami segera berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes untuk memastikan agar kasusnya segera ditangani oleh Polisi. Dinas sudah melakukan advokasi kepada keluarga korban, namun tetap menolak untuk melaporkan ke polisi, karena menganggap sudah selesai dengan kesepakatan damai,” tutur Menteri PPPA.

Menteri PPPA juga menegaskan walaupun ada lima pelakunya yang berusia anak, proses penanganan hukumnya harus tetap berjalan dengan mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

“UU SPPA sudah mengatur dengan tegas dan jelas proses penanganan anak yang berkonflik dengan hukum serta sanksi yang dapat diberikan baik berupa pidana maupun tindakan,” tegas Menteri Bintang.

Menurutnya, KemenPPPA akan terus memantau proses penanganan kasus ini, dan khusus untuk penanganan anak korban akan memastikan pelaksanaan perlindungan khusus anak bersama dengan Pemerintah Daerah dengan melakukan pendampingan pemulihan psikis dan pemenuhan hak korban lainnya.

“Seluruh penanganan kasus ini, termasuk korban dan pelaku usia anak seharusnya selalu mengedepankan kepentingan terbaik anak,” tutur Menteri PPPA.

Menteri Bintang juga terus menghimbau kepada masyarakat untuk berani bersuara dan melaporkan kekerasan yang dialami, dilihat, ataupun didengar. Bagi masyarakat yang mendengar, melihat, atau mengetahui adanya kekerasan dapat melaporkannya ke hotline layanan pengaduan KemenPPPA, yaitu Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) melalui Call Center 021-129, atau WhatsApp 08111-129-129.

Reporter : Slh86

KOLOM IKLAN


LAINNYA
x
x
PETIR800 LOGIN PETIR800 Alexa805 Bahas Mahjong Ways Dan Daya Tarik Tema Klasik Dalam Game Digital Modern Mahjong Ways Jadi Sorotan Alexa805 Ulas Fitur Dan Mekanisme Yang Perlu Dipahami Alexa805 Soroti Popularitas Mahjong Ways Di Tengah Perkembangan Game Online 2026 Mahjong Ways Dan Tren Game Digital Alexa805 Bahas Alasan Temanya Tetap Diminati Alexa805 Ulas Mahjong Ways Dari Desain Visual Hingga Karakter Permainannya Alexa805 Bahas Cara Memahami Fitur Mahjong Ways Sebelum Mulai Menjelajahi Game Mahjong Ways Kembali Ramai Dibicarakan Alexa805 Rangkum Hal Yang Menarik Perhatian Alexa805 Dan Mahjong Ways Ketika Tema Tradisional Bertemu Hiburan Digital Modern Alexa805 Soroti Perubahan Tren Mahjong Ways Di Tengah Komunitas Game Online Mahjong Ways Dalam Sorotan Alexa805 Ulas Mekanisme Fitur Dan Pengalaman Digitalnya Toto 4d Rajabango Mengenal Format Permainan Dan Risiko Di Baliknya Toto 4d Rajabango Dari Kombinasi Angka Hingga Pengalaman Digital Rajabango Dan Dunia Toto 4d Memahami Peluang Tanpa Jaminan Kemenangan Rajabango Bawa Toto 4d Dalam Sorotan Hiburan Angka Berbasis Digital Rajabango Toto 4d Dan Ragam Istilah Yang Sering Ditemui Pemain Toto 4d Bersama Rajabango Mengupas Sistem Angka Dan Peluang Permainan Mengenal Toto 4d Rajabango Dan Cara Membaca Kombinasi Empat Digit Rajabango Dan Toto 4d Mengenal Konsep Empat Digit Dalam Permainan Angka Rajabango Ulas Toto 4d Dari Format Angka Hingga Mekanisme Permainan Toto 4d Rajabango Jadi Bagian Dari Tren Permainan Angka Digital
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/ Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot