
LANGKAT, L86News.com – Pembangunan revitalisasi SD Negeri 057227 menjadi perhatian masyarakat sekitar. Sekolah tersebut mendapat bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp606.016.080, namun pelaksanaannya dinilai tidak sesuai harapan.
Salah satu tokoh masyarakat, Edy, mengatakan pembangunan sekolah ini terkesan asal jadi. Seharusnya dengan anggaran sebesar itu bangunan tampak kuat, kokoh, dan layak. Namun kenyataannya kayu yang digunakan merupakan kayu bekas dan sudah lapuk.
“Bukan itu saja, lantainya pun tidak diganti. Ketinggian bangunan hanya 280 cm. Jelas tidak sesuai dengan RAB. Pihak sekolah tidak mementingkan keselamatan dan kenyamanan murid. Kayu yang sudah lapuk pun masih dipasang,” ujar Edy, Rabu (29/7/2026)
Edy bersama masyarakat sekitar meminta kepada Aparat Penegak Hukum agar memeriksa pembangunan SD Negeri 057227. Mereka menduga ada penyelewengan atau korupsi dalam proyek tersebut.
“Kami menduga kepala sekolah mencari keuntungan pribadi sehingga mengirit bahan. Terlihat dari bangunannya nyaris tidak ada bahan baru, semua memakai barang bekas. Besinya pun campur, ada yang memakai besi ukuran kecil 8 mili,” tambahnya.
Saat dikonfirmasi Liputan86, Kepala Sekolah SD Negeri 057227, Emi Hayati Batubara, mengatakan pekerjaan sudah sesuai dengan RAB. Namun saat ditunjukkan kayu yang sudah lapuk, kepala sekolah hanya menjawab, “Saya tidak tahu Pak, nanti saya kasih tahu sama tukangnya.”
Ketika ditanya soal ketinggian bangunan yang hanya 280 cm, beliau menjawab, “Itu sudah sesuai Pak. Itu semua sudah izin konsultan Ibu Rahmayani Marpaung. Jadi kerja kami mengikuti petunjuk beliau.”
Seakan menghindar dari pertanyaan, Emi Hayati Batubara kembali menegaskan semua pekerjaan sudah sepengetahuan konsultan Rahmayani Marpaung dan tidak ada yang salah.
“Bahkan Kabid SD Pak Fajar pun sudah mengecek, tidak ada masalah,” ungkap Emi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat maupun konsultan terkait.