
JAKARTA, L86News.com – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta, berbagai elemen masyarakat, pemerintah, akademisi, pelaku usaha kuliner, komunitas budaya, serta UMKM berkolaborasi dalam upaya memperkuat identitas Jakarta melalui pelestarian dan pengembangan warisan budaya gastronomi Betawi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar budaya dan gastronomi bertajuk “Nyahi, Warisan Rasa Betawi: Potensi Wisata Budaya, Ekonomi Kreatif, dan Penguatan UMKM Jakarta” yang berlangsung di Ruang Seminar Elang Bondol, Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, pada Rabu (17/6).
Seminar ini menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali tradisi Nyahi, budaya minum teh khas Betawi yang sarat makna kebersamaan, keramahan, penghormatan kepada tamu, serta nilai-nilai sosial yang telah hidup dan berkembang dalam masyarakat Betawi selama berabad-abad.
Di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global, Nyahi hadir bukan sekadar tradisi minum teh, melainkan sebuah ruang perjumpaan budaya yang merefleksikan perjalanan panjang peradaban Jakarta. Dari secangkir teh, tersimpan kisah interaksi berbagai etnis, tradisi perdagangan, hingga nilai gotong royong yang membentuk karakter masyarakat Jakarta hingga saat ini.
Kegiatan yang digagas oleh DPD IKABOGA Provinsi DKI Jakarta bersama berbagai pemangku kepentingan ini menghadirkan budayawan Betawi, akademisi, pemerintah daerah, pelaku industri kuliner, hotel dan restoran, komunitas kreatif, serta pelaku UMKM. Para narasumber membahas sejarah dan filosofi Nyahi, peluang pengembangannya sebagai produk wisata budaya, hingga potensinya dalam memperkuat ekonomi kreatif dan usaha kuliner lokal.
Ketua Panitia, Indah Erniawati, S.E., menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis, kajian ilmiah, serta penguatan narasi budaya yang komprehensif sebagai landasan pengembangan Nyahi menjadi bagian penting dari identitas gastronomi Jakarta.
“Melalui seminar ini, kami ingin membangun pemahaman bersama bahwa Nyahi bukan hanya tradisi masa lalu, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai kekuatan budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM Jakarta di masa depan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, berbagai program pengembangan wisata gastronomi berbasis budaya Betawi tengah dipersiapkan melalui kolaborasi lintas sektor. Puncak dari rangkaian inisiatif tersebut direncanakan hadir dalam Festival 499 Tahun Jakarta Rasa: Nyahi, Ruang Temu Peradaban dalam Rasa Betawi.
Festival ini akan menjadi perayaan budaya yang menghadirkan pengalaman autentik menikmati tradisi Nyahi bersama ragam kuliner khas Jakarta, pertunjukan seni budaya Betawi, aktivasi UMKM, hingga berbagai program edukasi dan wisata gastronomi yang melibatkan masyarakat luas.
Salah satu program unggulan yang tengah dirancang adalah “Nyahi on The Bus”, sebuah konsep wisata budaya tematik yang memadukan tradisi Nyahi, sajian kuliner khas Jakarta, serta kisah sejarah dan warisan budaya kota dalam satu perjalanan wisata yang unik dan interaktif. Program ini diharapkan menjadi inovasi wisata gastronomi sekaligus sarana diplomasi budaya yang memperkenalkan Jakarta kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, Nyahi diharapkan tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya Betawi, tetapi juga berkembang menjadi sumber inspirasi inovasi kuliner, penggerak ekonomi kreatif, penguat ekosistem UMKM, serta media promosi budaya Jakarta di tingkat nasional dan internasional.
Lebih dari sekadar tradisi minum teh, Nyahi adalah simbol keramahan, kebersamaan, dan keberagaman yang menjadi wajah Jakarta sejak dahulu hingga kini. Dari secangkir teh Nyahi, tersimpan potensi besar untuk memperkuat identitas budaya, menggerakkan ekonomi masyarat, serta membangun Jakarta yang semakin inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju usia ke-500 tahun.