
MESUJI, L86News.com – Menjelang Pemilu 2029, sejumlah partai politik mulai menggerakkan mesin politik hingga ke akar rumput. Salah satunya dilakukan Ir. H. Irham Jafar Lan Putra, M.Hb., Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), yang telah melantik 153 relawan di Kabupaten Mesuji, Sabtu pekan lalu.
“Kita akan menghadapi Pemilu 2029, perlu kerja keras. Ketum PAN punya target di 2029. Dalam politik ini perlu pengorbanan, tanpa pengorbanan tidak akan berjalan. Di Kabupaten Mesuji perolehan suara kita baru 18 persen, maka kita harus meningkatkan dukungan dan simpati masyarakat,” ujarnya, Senin (29/6/2026)
Hasil penelusuran dari berbagai sumber menyebut, Irham Jafar bukanlah politisi karier. Sebelum ke Senayan, ia berkarier panjang di birokrasi. Ia pernah menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan 2002–2006, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung 2007–2010, dan Inspektur Jenderal Kementerian Kehutanan 2010–2012.
Kombinasi pendidikan S1 Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat dan S2 Hukum Universitas Lampung menjadi nilai tambah. Jarang ada politisi yang menguasai teknis kehutanan sekaligus memahami aspek hukum. Hal ini membuatnya mampu membahas RUU lingkungan, SDA, atau konflik lahan dari dua sisi ekologis dan yuridis.
Selain itu, sejak awal karier hingga di DPR, Irham juga konsisten menyuarakan pengelolaan hutan berkelanjutan dan pemberantasan penebangan liar. Di Dapil Lampung II yang sarat isu kebun, hutan, dan konflik agraria, hal ini menjadi kekuatan utamanya.
Meski berusia 72 tahun, ia kembali terpilih ke DPR 2024 dengan raihan 72.819 suara. Angka itu menunjukkan basis loyalisnya di Lampung masih sangat kuat.
Beberapa langkah konkretnya di parlemen juga menarik perhatian. September 2025, ia melakukan sidak ke Gudang Bulog Campang Raya dan menemukan ribuan ton beras impor dari Pakistan, Thailand, dan Myanmar yang sudah berkutu. Temuan itu mendorong Kepala Badan Pangan Nasional turun langsung ke Lampung.
Bahkan belum lama ini ia juga vokal membela petani singkong Lampung. Dalam rapat audiensi Komisi IV DPR, ia mengangkat keluhan anjloknya harga singkong hingga Rp1.100 per kg, yang membuat petani merugi. Ia mendorong penyelesaian masalah ini hingga ke tingkat nasional.
Dengan rekam jejak birokrat, pemahaman lapangan, dan spesialisasi di bidang hutan serta hukum, Irham Jafar menjadi figur “teknokrat” yang kini menyiapkan barisan relawan untuk menargetkan suara lebih besar bagi PAN di Mesuji pada 2029.