
KEBUMEN, L86News.com – Dalam upaya membekali generasi Z dengan keahlian masa depan, Polres Kebumen menggelar pelatihan bertajuk “AI Ready ASEAN” yang diikuti oleh ratusan pelajar SMA/SMK sederajat dan tenaga pendidik se-Kabupaten Kebumen. Program kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mendemokratisasi pemahaman Artificial Intelligence (AI) di tingkat akar rumput.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama S.I.K., menegaskan bahwa penguasaan teknologi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan dalam menjaga daya saing bangsa. “Kami tidak ingin pemuda Kebumen hanya menjadi konsumen teknologi, tapi mampu menguasai logika di baliknya. Pelatihan ini adalah investasi keamanan siber dan pemberdayaan ekonomi kreatif di masa depan,” ujarnya di sela-sela acara.
Berbeda dengan seminar teknis yang kaku, pelatihan ini memanfaatkan platform interaktif Code.org. Melalui metode ini, para peserta diajak memahami cara kerja algoritma AI, pengenalan pola, hingga etika penggunaan kecerdasan buatan melalui modul-modul yang menyenangkan namun tetap mendalam.
Beberapa poin utama yang ditekankan dalam pelatihan ini meliputi Literasi AI yakni membedah mitos dan fakta tentang kecerdasan artifisial. Pemecahan Masalah: Menggunakan logika pemrograman untuk menyelesaikan isu lingkungan dan sosial. Dan Etika Digital: Mengajarkan batasan moral dalam penggunaan AI agar tidak disalahgunakan untuk hal negatif seperti deepfake atau penyebaran hoaks.
Kegiatan ini juga mencerminkan transformasi Polri yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain memberikan materi teknis, instruktur dari personil Polri yang memiliki kompetensi digital juga turun langsung menjadi pendamping bagi para siswa.
“Pelatihan ini sangat membuka mata. Saya baru sadar bahwa AI sudah ada di sekitar kita, dari kamera HP hingga media sosial. Sekarang saya lebih paham bagaimana cara kerjanya dan bagaimana memanfaatkannya untuk belajar,” ungkap salah satu siswa peserta.
Melalui program AI Ready ASEAN, Polres Kebumen berharap dapat melahirkan “Digital Ambassador” di setiap sekolah yang mampu menularkan ilmu kecerdasan artifisial kepada rekan sebaya mereka, sehingga ekosistem digital yang sehat dapat terbentuk di wilayah Kebumen.