
LAMPUNG SELATAN, L8News.com –Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Selatan gelar sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Desa Bulok Kecamatan Kalianda Lamsel, Selasa (18/02)2026).
Acara sosialisai perdana di tahun 2026 ini dihadiri Anggota DPRD fraksi Nasdem Suhadirin, kepala desa, aparat desa Bulok, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pendidikan, pemuda dan warga setempat.
Kepala Desa Bulok, Samsudin HR dalam sambutannya ucapkan terimakasih atas kehadirin anggota DPRD yang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi pembinaan IPWK di Desa Bulok. Ia menghimbau warga yang hadir agar menyimak isi materi kegiatan sosialisasi pembinaan IPWK tersebut.
Selain itu, Kades mengharap anggota DPRD Suhadirin agar memperjuangkan aspirasi warga Desa Bulok terkait dengan program-program yang menyentuh masyarakat. “Harapan kami bapak dewan bisa memperjuangkan segala bentuk aspirasi warga kami. Baik berupa pembangunan seperti jalan, irigasi, talud atau program lain yang tujuan untuk kepentingan masyarakat banyak,” ungkapnya.
Sementara, Menanggapi penyempaian Kades Bulok mengenai aspirasi warga, Suhadirin akan memperjuangkan usulan warga, namun untuk mempercepat realisasi dengan membuat profosal dan diajukan oleh kelompok.
“Saya lihat warga bulok ini telah menjalankan program Bupati Lampung Selatan yakni program Bersih Kering Wangi (BKW) dan program Asri Bersih Rapih Indah (ABRI). Mengenai aspirasi warga, saya tidak janji tapi akan saya perjuangkan segala aspirasi masyarakat, namun bertahap. Agar cepat buat proposal menggunakan nama kelompok,” terang Anggota Komisi 2 DPRD Lamsel.
“Untuk materi sosialisasi pembinaan IPWK, saya harap bapak ibu fokus menyimak, yang akan disampaikan oleh pemateri,”Tambahnya.
Terkait Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan kebangsaan (IPWK), Supana Spd selaku pemateri secara lugas menerangkan ideologi pancasila adalah kumpulan nilai dan norma yang menjadi landasan keyakinan dan cara berpikir untuk mencapai tujuan berdasarkan lima sila.
“Sedangkan, wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandasi jati diri bangsa dan kesadaran terhadap sistem nasional yang bersumber dari pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa dan negara demi mencapai masyarakat yang aman, adil, makmur dan sejahtera. Hakekat wawasan kebangsaan adalah keutuhan nasional, “Jelas mantan kepala SDN Kedaton Kalianda.