x

Demo ‘Save Lukas Enembe’ di Papua Diduga Dikondisikan

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Sep 2022 21:57 0 52 Redaksi Liputan86

JAKARTA, L86News.com – KPK menyinggung soal demo ‘Save Lukas Enembe’ oleh simpatasan Gubernur Papua Lukas Enembe hari ini di Jayapura, Papua. KPK menyebut demo itu dikondisikan oleh Lukas Enembe.

Deputi bidang Penindakan KPK Karyoto menyebut gerakan massa yang mengarah ke Jayapura itu terlihat seperti upaya paksa. Meski demikian, Karyoto tetap menyebut demo merupakan kebebasan warga untuk menyampaikan pendapat.

“Masalah demo ini kan dalam hal kebebasan warga masyarakat untuk mengeluarkan pendapat dilindungi undang-undang. Hanya saja kita melihat ini adalah suatu demo yang diupayakan oleh pihak tersangka Lukas Enembe,” kata Karyoto dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Selasa (20/9/2022).

Kendati demikian, Karyoto mengaku koordinasi dengan berbagai pihak penegak hukum terkait situasi di Papua dianggap penting. Sebab, situasi di Papua saat ini disebutnya berbeda dari biasanya.

“Namun demikian, karena kita prinsipnya menghargai proses yang terjadi, kita juga mengimbau kemarin. Kenapa misalnya Menkopolhukam mengumpulkan para penegak hukum terkait Papua, itu memang dirasa perlu, situasi di sana agak berbeda dari yang biasanya,” ungkap Karyoto.

Diberitakan sebelumnya, simpatisan Gubernur Papua Lukas Enembe dari sejumlah daerah memaksakan diri masuk ke Kota Jayapura. Mereka datang untuk menyatakan dukungan kepada Lukas Enembe, yang saat ini jadi tersangka KPK.

Dilansir detikSulsel, Selasa (20/9), massa yang mendukung Lukas Enembe itu datang menggunakan mobil pribadi, truk, sepeda motor, bahkan dengan berjalan kaki. Mereka mencoba memasuki Kota Jayapura sejak pukul 08.49 WIT.

Aparat sempat memblokade titik kumpul massa guna menghindari penumpukan massa. Akibatnya, massa simpatisan Lukas Enembe dari Sentani ditahan di Lapangan Theys, massa dari Kamp Wolker ditahan di depan kampus Universitas Cenderawasih (Uncen).

Sementara itu, simpatisan dari Abepura ditahan di Lingkaran Abepura, sedangkan massa yang berkumpul di Expo Waena melakukan orasi sambil meneriaki tolak KPK di Papua.

Koordinator aksi, Asri Gombo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan massa di Kota Jayapura mengenai aksi. Dia mengatakan massa bersama-sama pihak keamanan akan menjaga keamanan aksi.

“Kami bagian dari massa aksi. Tetap jaga keamanan, jangan sampai keluar dari itu,” ujar Asri Gombo, Selasa (20/9).

Dalam aksi protes di Jayapura itu, polisi merazia sejumlah peserta aksi. Dalam razia itu, polisi menemukan sejumlah senjata berupa panah hingga bom.

Kapolresta Jayapura Kombes Victor Mackbon mengatakan seluruh barang itu sudah disita. “Jadi kita bisa temukan itu ada sajam, kemudian miras, kemudian juga ada panah ya, ada ketapel, kemudian juga ada kalau kita lihat sejenis bom ikan ya,” ujarnya dilansir detikSulsel, Selasa (20/9).

Pendukung Lukas Enembe itu, kata dia, datang dari berbagai wilayah sekitar Jayapura, seperti Kabupaten Keerom dan Sentani. “Kita kan wilayah berbatasan dengan Kabupaten Keerom sama Kabupaten Sentani. Nah ini yang dari Kabupaten Sentani banyak juga massanya kemudian kita melakukan penyekatan,” jelasnya.

Menurut Victor, massa yang masuk wilayah Jayapura kemudian dirazia petugas. Namun ada juga massa simpatisan yang langsung kabur begitu mengetahui ada razia.

“Begitu kita melakukan razia memang ada yang lari meninggalkan barang bukti tersebut. Itu yang sedang kita dalami,” kata Kombes Victor.

Sumber : newsdetik


Eksplorasi konten lain dari L86News.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

LAINNYA
x
x

Eksplorasi konten lain dari L86News.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca