x

Dua Hari BBM Pertalite di Reok Langka, Warga Keluhkan Tingginya Harga Eceran

waktu baca 2 menit
Sabtu, 30 Jul 2022 17:11 0 64 Redaksi Liputan86

MANGGARAI, L86NEWS.COM – BBM jenis pertalite di Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai mengalami kelangkaan total sejak hari kemarin, Jumat, 29 Juli 2022 samapaibdengan hari ini Sabtu, 30 Juli 2022. 

Akibat kelangkaan BBM Jenis pertalite itu menuai polemik dan menyebabkan terhambat nya aktifitas warga Reo karena kesulitan mendapat kan BBM jenis tersebut.

Salah satu Warga Reo yang tak ingin di sebut namanya mengaku heran jika di wilayah Reo yang notabene sebagai pintu utama distribusi BBM jenis pertalite bisa kosong selama dua hari.

“Saya sangat heran, kok bisa ya Reo sebagai pintu utama distribusi BBM khusus Pertalite bisa kosong. Ini sebenarnya ada apa?,” tanya dia.

Ia pun menduga kelangkaan BBM pertalite itu ada  permainan mafia hingga para pengecer menjual pertalite dengan harga sangat mahal dan memberatkan warga masyarakat.

“Saya heran ko bisa harga pertalite perbotol yang di jual para pengecer jadi melonjak tinggi harganya. Hari ini per botol pertalite di jual sekitar Rp 35 ribu,” pungkasnya.

Terpisah, Sekertaris Camat (Sekcam) Reok, Edi Jhunaidin, menjelaskan berdasar hasil komunikasi antara dirinya dan penanggung jawab pertamina bagian penyaluruan BBM  Wilayah Flores semua SPBU buka.

“Namun untuk SPBU AMPS Reo atau SPBU Mini nomor 5586510 milik almarhum pak Erduadus Ngeki terblock otomatis karena masi dalam proses perpanjangan adendum kontrak, kontraknya mati pada tanggal 23 juli 2022,” ujarnya melalui WhatsApp, Sabtu (30/7/2022)

Menurutnya, SPPBU tersebut melayani jenis BBM Pertalite untuk mengcover kebutuhan masyarakat Reo. Tapi meski begitu kata dia, masih ada SPBU Kompak di Cibal yang menjual produk pertalite. 

“Jadi kalau kelangkaan tidak ya pak. Kami sudah menghubungi pengusaha di AMPS Reo, hari Senin besok proses tandatangan adendum perpanjangan kontrak sementara, setelah itu proses blcok akan di buka,” jelasnya.

Menurutnya, jika kontrak SPPBU habis masa berlaku nya, dilarang menyalurkan produk BBM, apalagi produk pertalite yang notabene JBKP, sesuai ketentuan dari pemerintah – BPH.

“Jadi masih diusahakan oleh pengusahanya agar legal dalam menyalurkan BBM. Untuk sementara, back up SPBU yang ada di Cibal siap melayani dan stock nya ada,” sambungnya.

Pernyataan senada juga di sampaikan pengelola APMS Tiga Berlian Reo. Menurutnya, pihak APMS masih berupaya melanjutkan perpanjangan kontrak dengan pertamina.

“Besok ke Jakarta untuk melakukan ttd kontraknya, Kalau cepat hari senin BBM Jenis pertalite sudah bisa kembalidi distribusi,” pungkasnya.

Reporter : Bino Maot

LAINNYA
x
x